Beritainvestigasinews.id, BANGLI, BALI, – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, Pramella Yunidar Pasaribu berkesempatan melakukan panen perdana hasil budidaya vanili yang menjadi salah satu program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA atau Lapastik Bangli, Selasa (9/7/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Bali didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, I Putu Murdiana dan Kepala Lapas Narkotika (Kalapastik) Bangli, Marulye Simbolon, Pramella berikan apresiasi luar biasa atas hasil panen hari ini.
Baca juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Menurut Pramella, budidaya vanili sangat jarang ditemui bukan hanya di Lapas/Rutan di Bali melainkan juga di wilayah Bali. Dengan demikian, Pramella berharap budidaya vanili di Lapastik Bangli ini dapat menjadi program unggulan yang dapat memberikan dampak langsung kepada para warga binaan yang telah menimba ilmu di Lapas Narkotika Bangli.
“Inilah pentingnya melihat peluang dimana vanili jarang dibudidayakan di luar sehingga nantinya para warga binaan yang telah memiliki pengetahuan tentang ini (vanili) dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri setelah bebas nantinya,” ungkap Pramella Yunidar Pasaribu.
[caption id="attachment_51796" align="aligncenter" width="720"]
●●●> FOTO: Hasil Panen Perdana sebanyak 25 Kg, setelah proses pengeringan akan di pasarkan.[/caption]
Lebih lanjut dirinya menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk jajaran Lapastik Bangli yang terus melakukan inovasi dalam program pembinaan yang ada di Lapas Narkotika Bangli dengan melihat peluang-peluang pasar yang terbuka untuk warga binaan.
Senada dengan Pramella, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana juga mengungkapkan bahwa, "Lapastik Bangli ini menjadi salah satu Lapas yang menjadi kebanggaan Kanwil Kemenkumham Bali," ungkapnya.
Murdiana membeberkan bahwa, "Lapas Narkotika Bangli selalu menjadi rujukan pertama bagi Unit Pelaksana Teknis yang ingin melakukan studi tiru di wilayah Provinsi Bali," terang Kadivpas menambahkan.
Hasil panen budidaya vanili perdana di Lapastik Bangli yang mencapai 25 kilogram ini selanjutnya akan masuk ke dalam proses pengeringan sebelum nantinya di pasarkan.
“Benar, dikeringkan dulu baru nantinya siap dipasarkan. Saya berharap budidaya vanili ini akan semakin berkembang sehingga hasil panen ke depan akan semakin meningkat dan dapat memberikan dampak bagi warga binaan,” tutup Kalapastik Bangli, Marulye Simbolon.
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali