BeritaInvestigasiNews.id,- Gorontalo,- Transaksi kendaraan yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang wanita asal Manado. Ia mengalami kecelakaan dan luka pada bagian mata setelah diteriaki sebagai pencuri dan dikejar-kejar sejumlah pihak, termasuk dua orang yang disebut-sebut merupakan anggota kepolisian.
Berdasarkan informasi yang beredar, wanita tersebut bersama suaminya datang ke Gorontalo untuk melakukan transaksi pembelian sebuah mobil. Setelah proses pembayaran dan penyerahan kendaraan selesai dilakukan, pasangan tersebut sempat beristirahat sebelum memutuskan kembali ke Manado.
Baca juga: PETI Garini Bangkit Lagi, Warga Minta Polda Sulut dan Mabes Polri Turun Tangan
Namun situasi mendadak berubah ketika muncul pihak-pihak yang mempertanyakan kepemilikan kendaraan yang baru saja dibeli tersebut. Dalam kondisi yang belum sepenuhnya jelas, sang suami mengendarai mobil pribadi yang mereka gunakan dari Manado, sementara istrinya mengemudikan mobil hasil transaksi.
Di tengah perjalanan pulang, wanita tersebut diduga panik setelah diteriaki "pencuri" dan dikejar oleh beberapa orang. Pengejaran itu berakhir tragis ketika kendaraan yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di kawasan Jembatan Desa Ubanga, Gorontalo. Akibat insiden tersebut, korban dilaporkan mengalami luka pada bagian mata.
Pasca kecelakaan, suasana di lokasi sempat memanas. Adu mulut antara pihak-pihak yang terlibat tidak dapat dihindari dan memicu perhatian warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Baca juga: Tembakan di Tengah Permukiman Gegerkan Warga, Propam Diminta Usut Tuntas Dugaan Ulah Oknum Polisi
Sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat bahkan mengarah pada dugaan bahwa pasangan suami istri asal Manado itu menjadi korban jebakan dalam transaksi jual beli kendaraan. Meski demikian, hingga saat ini dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi.
Kasus ini menimbulkan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terang benderang. Jika transaksi memang telah dilakukan secara sah, mengapa pembeli justru diteriaki sebagai pencuri dan dikejar? Sebaliknya, jika terdapat persoalan hukum terkait kendaraan tersebut, mengapa penyelesaiannya berujung pada pengejaran yang membahayakan keselamatan seseorang di jalan raya?
Baca juga: Garis Polisi Tak Membuat Jera, Aktivitas PETI Oboy Kembali Marak di Dumoga
Pihak berwenang diharapkan segera mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa ini, mulai dari legalitas transaksi kendaraan, identitas pihak-pihak yang melakukan pengejaran, hingga penyebab kecelakaan yang mengakibatkan korban mengalami luka. Transparansi dan profesionalisme dalam penanganan kasus sangat diperlukan agar tidak muncul spekulasi yang semakin liar di tengah masyarakat.
Sampai berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang terlibat terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.
Editor : Romeo