BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang, Madura, tidak akan tinggal diam terhadap dugaan praktik intimidasi dan pemerasan yang mencatut nama organisasi tersebut.
Ketua PWI Kabupaten Sampang, Hanggara Pratama, mengaku menerima sejumlah laporan mengenai oknum yang diduga mengintimidasi pihak sekolah dengan mencari-cari kesalahan, kemudian meminta sejumlah uang dengan dalih penyelesaian persoalan.
Praktik tersebut dinilai merugikan nama baik PWI Sampang sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.
Hanggara mengatakan, laporan serupa belakangan ini disampaikan kepada dirinya maupun pengurus PWI Sampang.
Pihak yang diduga menjadi sasaran di antaranya sejumlah sekolah yang merasa mendapat tekanan dari oknum yang mengatasnamakan PWI Sampang.
Beruntung, sejumlah pihak sekolah memilih melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Sampang sehingga dugaan permintaan uang tersebut tidak berlanjut.
"Ada oknum pers yang diduga mencoba mengintimidasi pihak sekolah, mencari-cari kesalahan, hingga berupaya melakukan pemerasan dengan mengaku anggota PWI Sampang," ujarnya, Sabtu (24/10/2026).
Persoalan terbaru, lanjut dia, kembali mencuat setelah seorang pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang menghubunginya untuk mengonfirmasi dugaan intimidasi terkait persoalan pembelian seragam.
Dalam laporan yang diterimanya, oknum tersebut diduga meminta uang damai hingga jutaan rupiah setelah mempermasalahkan pembelian seragam.
Baca juga: PWI Jatim Gelar Doa Bersama, Harapkan Lima Jurnalis Hilang Selamat
"Beruntung dugaan praktik itu tidak berlanjut setelah pihak Dinas Pendidikan melakukan konfirmasi langsung kepada saya," terangnya.
Hanggara menegaskan, PWI Sampang merasa dirugikan apabila nama organisasi digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menekan instansi maupun lembaga pendidikan demi memperoleh keuntungan pribadi.
Dengan begitu, pihaknya membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila praktik serupa terus terjadi dan ditemukan bukti yang cukup.
"Saya tidak akan segan-segan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ada oknum yang terus mencatut nama PWI Sampang untuk melakukan intimidasi maupun dugaan pemerasan. Kami tidak ingin nama baik organisasi dirusak oleh perbuatan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Kelurahan Banyuanyar Sampang Gelar Lomba Dayung
Menurut Hanggara, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut nama baik PWI Sampang, melainkan juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap insan pers secara luas.
Profesi wartawan seharusnya dijalankan secara profesional dengan mengedepankan prinsip jurnalistik, bukan dijadikan alat untuk menekan pihak tertentu demi memperoleh uang.
Pihaknya juga mengimbau seluruh instansi pemerintah, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, serta pihak lain di Kabupaten Sampang dan wilayah Madura agar tidak terburu-buru menanggapi pihak yang mengaku sebagai anggota atau membawa nama PWI Sampang.
"Kami berharap setiap instansi, sekolah, maupun OPD melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI Sampang apabila ada pihak yang mengatasnamakan organisasi. Langkah ini penting agar tidak ada pihak yang dirugikan oleh dugaan praktik intimidasi maupun pemerasan," pungkasnya.
Editor : Taufik