Konflik Sampah di Desa Pamolokan Berakhir Damai

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Sumenep, - Konflik antarwarga di Desa Pamolokan terkait sampah rumah tangga akhirnya berhasil diselesaikan secara damai melalui mediasi yang melibatkan perangkat desa dan aparat keamanan.

Masalah ini bermula saat Raka (nama panggilan), warga Desa Pamolokan, melaporkan tetangganya, Didik, ke Kantor Desa. Didik diduga berulang kali membuang sampah ke pekarangan milik Raka.

Baca juga: Refleksi HSN Polisi dan Mahasiswa UIM Bersihkan Sampah di Dermaga Branta Pesisir Pamekasan

"Saya sudah memperingatkan beberapa kali, tapi dia tetap melakukannya. Bahkan, dia juga melemparkan air kencing dalam botol bekas ke pekarangan saya," keluh Raka saat ditemui oleh awak media di Kantor Desa Pamolokan.

Merasa kesal dan ingin menghindari konflik lebih lanjut, Raka memutuskan untuk melaporkan tindakan tersebut ke pemerintah desa.

Mediasi dilaksanakan di Kantor Desa Pamolokan pada hari kamis 2110.2024 dan dihadiri oleh Pj Kepala Desa Ahmad Sayadi, Bhabinkamtibmas Aipda Fery Febriyanto, Bhabinsa Pamolokan Koptu Slamet, serta Ketua RT 02 RW 10 Hairul. Kedua belah pihak, yaitu Raka sebagai pelapor dan Didik sebagai terlapor, diberikan kesempatan untuk menyampaikan penjelasan masing-masing.

Didik mengakui perbuatannya, dan pemerintah desa bersama aparat keamanan berusaha mencari jalan tengah untuk menyelesaikan konflik ini.

Baca juga: Redam Konflik Antar Nelayan, Kapolres Bangkalan Pimpin Rakor Bersama Nelayan Bangkalan-Sampang dan Instansi Terkait

Melalui mediasi, kesepakatan damai akhirnya dicapai. Pihak pemerintah desa menegaskan bahwa jika Didik kembali mengulangi perbuatannya, kasus ini akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

"Kami selalu mengutamakan solusi damai, tetapi jika tidak ada kesepakatan, jalur hukum adalah langkah terakhir," ujar Aipda Fery .

Pj Kepala Desa Ahmad Sayadi juga menambahkan bahwa kerukunan antar warga sangat penting, terutama menjelang Pilkada serentak. "Demi situasi yang kondusif, salah satu pihak harus bersedia mengalah," katanya.

Baca juga: Kompak, Polres Pasuruan Kota Bersih - bersih Sampah Bersama Ratusan Pesilat Dari Berbagai Perguruan

Bhabinsa Koptu Slamet menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga. "Dengan kolaborasi antara pemerintah desa dan aparat keamanan, kami berharap konflik seperti ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Samsul A.

Editor : Redaktur

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru