Viral Isu Musem Negeri Provinsi Sulut Dijual, Begini Penjelasan Kadis Kebudayaan Jani Lukas

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id. Sulut, - Publik dihebohkan dengan isu Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang sudah dijual.

Informasi tersebut mengemuka lewat baliho berwarna putih yang terpasang di depan, yang bertuliskan museum ini dijual.

Baca juga: Viral Diduga Ada Razia di Jembatan Suramadu, Kapolres Bangkalan : Kami Patroli Benang dan Himbauan Tertib Berlalu Lintas

Santer juga disebutkan bahwa banyak benda-benda bersejarah penting untuk Sulawesi Utara yang tidak terawat dengan baik maupun sudah hilang di museum yang berlamat di Jalan Lawangirung Kota Manado.

Tak hanya itu informasi mengemuka bahwa anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari Kementrian untuk pemeliharaan tidak digunakan dengan baik.

Lantas benarkah informasi tersebut?

Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara Jani Niclas Lukas saat ditemui mengatakan bahwa informasi akan dijualnya Museum tersebut tidaklah benar, menurutnya hal itu dilakukan oleh salah satu pegawainya yang bertugas di Museum tersebut.

"Museum yang dijual itu, tidaklah benar karena itu instansi milik pemerintah. Ini mungkin terjadi atas ulah dari seorang ASN di Dinas Kebudayaan tepatnya di UPTD taman budaya dan museum," jelasnya.

Lukas mengaku tidak mengetahui alasan dari ASN tersebut hingga dia menempatkan baliho bertuliskan Museum dijual.

"Saya tidak tau juga latar belakangnya, tapi kode etik ASN itu, tidak boleh seperti itu. Jadi ASN itu melakukan secara diam-diam dan mengejutkan," jelasnya.

Dia pun menyinggung soal anggaran yang tersedia di Dinas Kebudayaan saat ini.

Baca juga: Pelaku Pengancaman dan Pencurian Tabung Gas yang Viral di Medsos Sulut Berhasil Dibekuk Polsek Malalyang

Kata dia beberapa tahun terakhir ini sampai tahun 2023 ada anggaran dari Direktorat Museum dan Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk Museum Negeri Sulawesi Utara.

Namun anggaran ini diperuntukan untuk dana non fisik untuk pemeliharaan koleksi, sosialisasi dan SDMnya.

"Jadi ini bukan untuk fisik seperti gedung dan lain sebagainya, dan dana ini sifatnya sebagai pendamping saja. Kementrian berharap ada dana dari Pemerintah Daerah (Pemda)," jelasnya.

Lukas pun tak memungkiri bahwa saat kondisi di Museum banyak yang sudah rusak dan perlu perbaikan.

"Gedung museum ini umurnya sudah 50 tahun, dan memang pak Gubernur dan Wakil Gubernur sudah berupaya untuk membuat museum yang baru, tapi anggarannya belum turun. Karena pemeliharaannya ini, baik jaringan listrik dan air butuh anggaran yang besar," jelasnya.

Baca juga: Maling Tepung Terekam CCTV Hingga Viral, Seorang Pemuda Asal Burneh Diciduk Satreskrim Polres Bangkalan

Menurutnya beberapa waktu yang lalu dari Dirjen Kebudayaan diundang untuk meninjau langsung di Museum.

"Mereka juga menyarankan agar museum ini pindah dan membangun gedung baru," jelasnya.

Selain itu Lukas membantah, bahwa banyak barang-barang bersejarah penting sudah hilang atau rusak.

"Itu informasi liar, kami baru-baru ini sudah mengecek koleksi museum, ternyata tidak seperti yang disampaikan, ada hampir 6000 koleksi yang ada di Museum, jelas ini data jelas," ungkapnya.

Romeo Malonda

Editor : Redaktur

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru