Beritainvestigasinews.id || Sampang – Guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan, Satlantas Polres Sampang melaksanakan patroli Mobile Quick Response (MQR) di titik rawan kecelakaan (blackspot), khususnya di kawasan depan Pasar Srimangunan, Jalan Raya Wahid Hasyim, pada Kamis (07/05/2026) pagi.
Langkah preventif ini dilakukan tepat pada pukul 08.20 WIB saat mobilitas masyarakat sedang tinggi, dengan tujuan utama menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Sampang.
Baca juga: Sukseskan Program ‘Polantas Menyapa’, Satlantas Polres Sampang Sabet Prestasi di Tingkat Jawa Timur
Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Sulaiman, SH, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di depan Pasar Srimangunan merupakan langkah strategis mengingat area tersebut adalah pusat aktivitas ekonomi yang sangat padat. Menurutnya, tingginya volume kendaraan dan pejalan kaki di jam sibuk pagi hari seringkali memicu terjadinya pelanggaran lalu lintas maupun potensi kecelakaan jika tidak dilakukan pengawasan secara intensif.
"Kegiatan patroli MQR ini kami fokuskan pada area-area yang memiliki kerawanan trouble spot tinggi demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang beraktivitas di pasar maupun pengguna jalan lainnya," katanya.
Lebih lanjut, AKP Sulaiman menyampaikan bahwa personel di lapangan tidak hanya melakukan pemantauan statis, namun bergerak dinamis memberikan respons cepat terhadap segala bentuk kendala lalu lintas.
Hal ini termasuk memberikan teguran edukatif kepada pengendara yang tidak mematuhi aturan serta mengatur arus kendaraan agar tetap mengalir lancar meskipun terjadi penyempitan di titik-titik bongkar muat barang.
Baca juga: Polres Sampang Larang Konvoi dan Knalpot Brong Demi Amankan Malam Tahun Baru
"Kami berupaya meminimalisir risiko kecelakaan dengan cara menekan angka pelanggaran sejak dini, serta memastikan kehadiran polisi dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pelindung dan pelayan," ungkapnya.
AKP Sulaiman juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari para pengendara untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan dan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm standar SNI.
Pihaknya menyadari bahwa keberhasilan dalam menekan angka kecelakaan tidak hanya bergantung pada patroli petugas, namun juga pada kedisiplinan para pengguna jalan dalam menghormati rambu-rambu yang ada.
"Harapan kami masyarakat tidak hanya tertib karena melihat ada petugas di lapangan, melainkan muncul kesadaran dari dalam diri bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama saat berkendara," jelasnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa patroli MQR ini akan terus dilaksanakan secara rutin dan berpindah-pindah di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Sampang.
Upaya proaktif ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas arus lalu lintas serta memberikan dampak positif terhadap penurunan angka fatalitas kecelakaan di wilayah tersebut secara berkelanjutan.
Editor : Taufik