BeritaInvestigasinews.Id || Sampang – Keluhan warga terkait tumpukan sampah yang memicu aroma tak sedap di area pertokoan hingga kini belum mendapat tindakan nyata dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang. Kondisi tempat sampah yang berada tepat di depan pertokoan jalan Kh.Hasyim Ashari tersebut tidak hanya mengotori pemandangan, tetapi juga mulai berdampak pada menurunnya kenyamanan konsumen yang hendak berbelanja di lokasi tersebut.
Seorang pemilik toko yang enggan disebutkan namanya menyampaikan rasa kecewanya atas lambatnya penanganan keberadaan tempat sampah yang dinilai sangat mengganggu aktivitas usahanya itu. Ia menilai belum adanya kepastian langkah pemindahan dari pihak DLH Sampang membuat para pelaku usaha di kawasan tersebut merasa dirugikan.
Baca Juga: Ditemukan Sampah Industri, DLHK Sidoarjo Tutup TPA Liar di Desa Trompoasri, Jabon
"Kami merasa sangat kecewa belum ada tindakan dari dinas terkait karena dapat mengganggu konsumen yang akan berbelanja. Kami butuh kepastian dari pihak terkait, khususnya DLH, untuk segera memindahkan tempat sampah tersebut," katanya pada Senin (27/7/2026).
Pemilik toko tersebut menegaskan kembali bahwa keberadaan tumpukan sampah yang mengeluarkan aroma menyengat itu sudah cukup lama dikeluhkan namun tak kunjung direspons secara konkrit. Ia berharap pihak berwenang segera turun tangan mengambil sikap tegas agar operasional pertokoan bisa kembali berjalan kondusif tanpa terkendala masalah kebersihan.
"Pemandangan toko jadi kotor dan baunya sangat mengganggu, kami hanya ingin ada solusi cepat demi kenyamanan bersama," ungkapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Faisol, mengonfirmasi bahwa pihaknya siap segera menindaklanjuti (TL) persoalan itu serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Namun, ia menjelaskan bahwa pemindahan titik penampungan sampah membutuhkan adanya kesepakatan tertulis antarwarga sekitar yang dimediasi oleh Ketua RT setempat.
"Akan kami TL dan koordinasi dengan pihak terkait. Harus ada kesepakatan bersama antarwarga di situ yang dimediasi Pak RT. Kalau kami di mana saja asal sudah ada kesepakatan warga pasti akan kami angkut," jelas Faisol saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp.
Lebih lanjut, Faisol menyampaikan bahwa informasi keluhan dari masyarakat tersebut telah ia teruskan langsung ke bidang kebersihan DLH Kabupaten Sampang untuk segera ditindaklanjuti di lapangan. Pihaknya berkomitmen untuk mengupayakan solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak tanpa memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Editor : Taufik