Buka O2SN SD, Disdik Sampang Targetkan Cetak Calon Pemimpin Berkarakter Tangguh

Reporter : Taufik
Caption Foto: Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang resmi membuka ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar

Beritainvestigasinews.id || Sampang – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang resmi membuka ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 di GOR Indoor pada Selasa (26/05/2026).

Sebanyak 84 atlet cilik dari berbagai kecamatan berkumpul untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur melalui tiga cabang olahraga, yakni Kids Atletik, pencak silat, dan bulu tangkis.

Baca juga: Bupati Sampang Lantik 49 Kepala Sekolah, Tekankan Disiplin dan Transparansi Dana BOS

​Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Dewi Trisna, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Nur Alam, menyampaikan bahwa O2SN merupakan wadah penting untuk menjaring potensi atlet sejak usia dini. Beliau menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan rutin tahunan, melainkan panggung bagi siswa untuk mengasah kemampuan fisik dan mental secara beriringan.

​“O2SN bukanlah sekadar ajang perlombaan antar pelajar, tetapi juga merupakan panggung bagi para siswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam berolahraga, berkompetisi dengan sportivitas yang tinggi, serta membentuk karakter yang tangguh dan beretika,” katanya saat memberikan sambutan.

​Lebih lanjut, Dewi Trisna menjelaskan bahwa melalui kompetisi yang sehat, para siswa akan belajar mengenai nilai-nilai kehidupan yang tidak didapatkan di dalam kelas. Ia meyakini bahwa keterlibatan siswa dalam dunia olahraga akan melahirkan generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan dan ketahanan mental yang kuat untuk masa depan.

Baca juga: UPTD SMPN 1 Sampang Buka Pendaftaran Murid Baru 2026/2027, Teguh Suparyanto Tegaskan Bebas Pungli dan Gratifikasi

​“Dari ajang ini akan lahir calon-calon pemimpin bangsa. Para atlet yang berpartisipasi dalam O2SN akan memiliki karakter tangguh, karakter sportif, integritas tinggi, bisa berkolaborasi, dan juga mampu menyelesaikan masalah,” ungkapnya di sela-sela pembukaan kegiatan.

​Dewi juga memotivasi para peserta agar tidak hanya terpaku pada hasil akhir semata, namun lebih menghargai setiap proses dan pengalaman yang didapatkan selama bertanding. Menurutnya, pengalaman berharga yang didapat di lapangan akan menjadi modal penting bagi perkembangan psikologis dan sosial anak di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Sabilillah Jaya Luar Biasa: Tiga Siswa Sampang Ukir Prestasi Sains di Tingkat Provinsi

​“Soal menang dan kalah itu adalah sebuah bonus. Kalau menang, itu hasil dari proses mereka bekerja keras. Kalaupun kalah, itu sebuah tantangan untuk ke depan bisa menjadi juara,” tuturnya kepada awak media.

​Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Yusuf, mengimbau seluruh pihak agar menjadikan ajang ini sebagai sarana peningkatan prestasi non-akademik. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul perilaku positif yang mencerminkan budaya bangsa, sekaligus memastikan bahwa regenerasi atlet di Kabupaten Sampang tetap berjalan secara berkelanjutan.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru