Beritainvestigasinews.id || Sampang - UPTD SMP Negeri 1 Sampang secara resmi membuka Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung prinsip bersih, transparan, dan akuntabel di bawah pimpinan Drs. Teguh Suparyanto, MM.Pd.
Agenda tahunan yang krusial ini ditujukan untuk menjaring lulusan SD sederajat di seluruh wilayah Kabupaten Sampang mulai Juni hingga Juli 2026 melalui sistem daring dan luring.
Baca Juga: Sabilillah Jaya Luar Biasa: Tiga Siswa Sampang Ukir Prestasi Sains di Tingkat Provinsi
Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk memberikan kesempatan pendidikan secara inklusif, adil, dan tanpa dipungut biaya sepeser pun demi mewujudkan iklim seleksi yang bebas dari segala bentuk kecurangan.
Kepala UPTD SMPN 1 Sampang, Drs. Teguh Suparyanto, MM.Pd. menjelaskan bahwa program SPMB tahun ini dirancang sedemikian rupa untuk memastikan asas keadilan bagi seluruh calon peserta didik.
Menurutnya, mekanisme seleksi yang memadukan metode daring (online) dan luring (offline) sengaja diterapkan demi mengoptimalkan validitas data serta mencegah terjadinya manipulasi administratif. Beliau menjamin bahwa seluruh proses, mulai dari tahap pendaftaran hingga pengumuman kelulusan nanti, akan berjalan secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat luas.
"Kami berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan seluruh rangkaian proses seleksi ini secara gratis, serta secara tegas menolak segala bentuk praktik pungutan liar, suap, maupun gratifikasi dari pihak mana pun," katanya.
Lebih lanjut, Teguh memaparkan bahwa kuota daya tampung yang disediakan pada tahun ajaran ini berjumlah total 288 murid baru yang nantinya akan didistribusikan ke dalam 9 kelas reguler.
Baca Juga: Usung Jargon ‘Berani Jujur Itu Hebat’, SMAN 1 Sampang Gelar PSAT TA 2025/2026 Berbasis Integritas
Alokasi tersebut dibagi ke dalam empat jalur masuk resmi guna mengakomodasi berbagai latar belakang dan potensi calon siswa di Kabupaten Sampang. Porsi terbesar diberikan kepada Jalur Domisili (Zonasi) sebanyak 144 murid atau sebesar 50 persen dari total daya tampung yang tersedia.
"Sisa kuota lainnya kami bagi secara proporsional, yakni Jalur Prestasi sebanyak 72 murid atau 25 persen, Jalur Afirmasi sebanyak 58 murid atau 20 persen, serta Jalur Mutasi tugas orang tua atau anak guru sebanyak 14 murid atau 5 persen," ungkapnya.
Teguh juga menguraikan jadwal pelaksanaan SPMB yang dibagi ke dalam beberapa fase ketat, dimulai dari masa Pra-Pendaftaran pada 3 hingga 14 Juni 2026 yang mencakup entri dan verifikasi nilai rapor serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Setelah itu, calon siswa wajib mengambil PIN secara mandiri pada 14–17 Juni, diikuti verifikasi berkas fisik asli di sekolah pada 17–19 Juni, serta masa latihan pendaftaran daring pada 20–22 Juni 2026. Pendaftaran inti kemudian dibagi menjadi dua gelombang, yakni Tahap 1 (Afirmasi, Prestasi, Mutasi) pada 22–26 Juni dan Tahap 2 (Zonasi) pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026.
Baca Juga: Buka O2SN SD, Disdik Sampang Targetkan Cetak Calon Pemimpin Berkarakter Tangguh
"Kami sangat berharap para orang tua dan calon peserta didik dapat memperhatikan dengan saksama setiap tanggal penting ini agar tidak ada tahapan administratif yang terlewatkan," jelasnya.
Pada akhir penjelasannya, Teguh mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wali murid agar selalu menjaga ketertiban administrasi pengarsipan selama proses verifikasi fisik berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma No. 02 Sampang tersebut.
Panitia memberlakukan aturan khusus di mana dokumen calon siswa laki-laki wajib dimasukkan ke dalam map plastik kancing berwarna hijau, sedangkan dokumen calon siswa perempuan menggunakan map serupa berwarna kuning. Beliau berharap regulasi ini dapat mempermudah jalannya pelayanan penyerahan berkas secara rapi dan cepat.
Editor : Taufik