Beritainvestigasinews.id || Sampang – Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (KOMNAS PPLH) Provinsi Jawa Timur secara resmi menginstruksikan seluruh pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berstandar nasional.
Langkah tegas ini diambil di Semua MBG Kabupaten yg ada di madura guna mengantisipasi ancaman pencemaran lingkungan serta menjamin higienitas konsumsi bagi para siswa dan penerima manfaat, mengingat tingginya volume limbah domestik cair dan padat yang dihasilkan dari aktivitas dapur umum tersebut.
Baca juga: Penerima Manfaat Puji Kualitas Menu MBG di SPPG 001 Taddan Sampang
Ketua KOMNAS PPLH Jawa Timur, H.Agus Widji, menyatakan bahwa program nasional MBG wajib didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
Namun, ia mengingatkan bahwa aspek limbah lingkungan dan kesehatan lingkungan di sekitar dapur pengolahan makanan tidak boleh diabaikan begitu saja, selama program berlangsung.
"Kami sebagai KOMNAS PPLH memiliki tugas pokok dan fungsi untuk menjaga lingkungan, dan dalam program MBG ini ada potensi bahaya dari dua jenis limbah yang dihasilkan, yaitu limbah padat berupa sisa makanan dan limbah cair bekas cuci ompreng dapur," katanya. Rabu (10/6/2026)
H.Agus Widji kemudian memaparkan bahwa limbah cair dari dapur MBG memiliki karakteristik yang cukup kompleks karena mengandung kadar minyak yang sangat tinggi. Karakteristik ini berasal dari proses pencucian wadah makanan atau ompreng, serta air sisa pembersihan daging, ikan laut, sayur-sayuran, hingga buah-buahan sebelum dimasak.
Baca juga: Kualitas Menu Unggul, Dapur SPPG Dalpennang Sampang "ACA Catering" Raih Apresiasi
"Jika limbah cair ini tidak dikelola dengan benar menggunakan IPAL yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), baunya akan sangat mengganggu lingkungan , tetangga sekitar dapur dan berisiko memicu masalah mencemari makanan dan mengganggu kesehatan seperti sakit perut atau muntah pada penerima manfaat," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh pengelola dapur komersial dan dapur umum di Jawa Timur khusus nya di madura untuk tidak membuat sistem saluran pembuangan secara asal-asalan demi mengejar biaya murah. Penggunaan IPAL tiruan yang tidak memenuhi standar teknis Dinas Kesehatan dan dlh dinilai hanya akan memperparah pencemaran tanah dan sumber air bersih di pemukiman warga.
Sebagai langkah konkret dan solusi praktis, KOMNAS PPLH pusat telah menghadirkan inovasi teknologi IPAL modern berskala besar yang mengombinasikan sistem Grease Trap, Bio Tank, filtrasi, hingga aerasi. Inovasi tangki air jernih tanpa bau pengelolaan berkapasitas 2.000 lt hingga 3.000 lt ini dirancang khusus untuk dapur MBG menetralisir zat berbahaya agar air buangan akhir menjadi ramah lingkungan bagi ekosistem.
Guna memastikan percepatan program ini berjalan masif di seluruh wilayah Indonesia, KOMNAS PPLH kini membuka layanan pemasangan unit IPAL yang disertai fasilitas bebas biaya konsultasi bagi instansi maupun pelaku usaha.
Melalui dukungan kemitraan lingkungan dan kemudahan sistem pembiayaan, langkah ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran air.
Editor : Taufik