BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG – Kabupaten Sampang berpeluang besar ditetapkan sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) seiring dilaksanakannya sosialisasi penjelasan teknis acuan lokasi operasional Sumur Hidayah di Wilayah Kerja (WK) North Madura II oleh SKK Migas Jabanusa bersama PC North Madura II Ltd., Kamis (20/8/2026).
Penjelasan teknis yang didasarkan pada dokumen Plan of Development (POD) 1 Lapangan Hidayah tersebut memberikan gambaran konkret mengenai posisi kepala sumur (wellhead) yang menjadi syarat utama penetapan status daerah penghasil migas sesuai Regulasi UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD.
Baca juga: Sinergi HCML dan Pemkab Sampang Perkuat Kemandirian Warga Pulau Mandangin
"Melihat acuan dokumen POD 1 dan posisi geografis yang masuk dalam batas 4 mil laut tersebut, saat Lapangan Hidayah mulai berproduksi kelak, secara teknis terdapat peluang besar bagi Kabupaten Sampang untuk memenuhi kriteria sebagai daerah penghasil migas," katanya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menjelaskan bahwa posisi wellhead Lapangan Hidayah berada sekitar 6 kilometer atau setara 3,24 mil laut dari garis pantai utara Pulau Madura, sehingga secara teknis memenuhi kriteria di bawah batas maksimal 4 mil laut untuk perolehan Dana Bagi Hasil (DBH).
"Namun, status resmi daerah penghasil migas dan pembagian alokasi DBH migas tetap menjadi kewenangan penuh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan," ungkapnya.
Menanggapi keterbukaan informasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang menyambut positif dan menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh tahapan operasional dan pengembangan proyek strategis nasional ini agar berjalan optimal.
Baca juga: Bersama Masyarakat, SKK Migas - HCML Ikut Promosikan Pulau Giliyang Sumenep
"Sebagai wujud komitmen nyata, Pemkab Sampang siap mendukung dan mengawal seluruh tahapan pengembangan Lapangan Hidayah," tegasnya.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menegaskan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah tidak hanya sebatas kelancaran administrasi proyek, tetapi juga mencakup upaya aktif dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah operasional demi kemajuan masyarakat Sampang.
Editor : Taufik