Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang Gelar Stadium General AI, Dorong Mahasiswa Siap Bersaing di Era Digital

Reporter : Taufik
Caption Foto: Prof. Ahmad Najib Burhani, Sanim Moh Fauzi, Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi dan Jajaran Pimpinan Universitas

BERITAINVESTIGASINEWS.ID​SAMPANG – Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang sukses menyelenggarakan kegiatan Stadium General dan Kuliah Umum bertajuk "Harnessing Artificial Intelligence (AI) for Research" pada Sabtu (5/9/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendistisaintek RI, Prof. Ahmad Najib Burhani, perwakilan Perlis Branch Malaysia, Sanim Moh Fauzi, Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, serta jajaran pimpinan universitas, staf pengajar, dan ratusan mahasiswa.

Baca juga: Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Sampang, Gubernur Khofifah Puji Lahan Terluas se-Indonesia

​Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ahmad Najib Burhani menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam merespons cepatnya laju perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu memproyeksikan kebutuhan dunia kerja masa depan agar para lulusannya tidak tergusur oleh disrupsi digital.

​"Kementerian terus mendorong pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja masa depan, sekaligus meminta prodi yang ada saat ini untuk segera mengadopsi integrasi teknologi dan AI dalam proses pembelajarannya," katanya.

​Lebih lanjut, Prof. Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa kemajuan teknologi saat ini telah membawa akademisi pada era disorienting dilemma. Fenomena ini meredefinisi tata cara belajar, pola interaksi antara dosen dan mahasiswa, hingga cara memaknai kreativitas melalui pemanfaatan perintah berbasis kecerdasan buatan (prompting AI).

Baca juga: Soroti Kasus Rudapaksa Anak, Menteri PPPA Gelar Pertemuan Tertutup di Pendopo Trunojoyo Sampang

​"Sistem pembelajaran di perguruan tinggi saat ini dituntut untuk jauh lebih fleksibel, adaptif, dan transformatif agar mampu menjawab tantangan jaman," ungkapnya.

​Beliau juga menegaskan bahwa kekuatan suatu kampus tidak lagi diukur dari seberapa besar skala fisik atau seberapa banyak jumlah mahasiswanya, melainkan pada keunikan (uniqueness) serta keunggulan spesifik yang dimiliki. Ia memberikan contoh konkret keberhasilan Akademi Inovasi Indonesia di Surakarta yang mampu mencatatkan prestasi besar meski memiliki keterbatasan jumlah mahasiswa.

Baca juga: Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Jembatan Ihdinas Sirotol Mustakim di Sampang

​"Meskipun hanya memiliki sekitar 100 mahasiswa, kampus tersebut mampu menghasilkan paten desain lebih banyak dibanding perguruan tinggi lain dan menjadi penyumbang pajak yang signifikan," tuturnya.

​Melalui rangkaian acara yang diawali dengan penyerahan penghargaan kompetisi internal ini, Universitas Nazhatut Thullab Al-Muafa Sampang berharap seluruh civitas akademika dapat mengintegrasikan AI secara efektif dalam riset. Penguatan nilai konsistensi, semangat belajar, daya juang, serta penguasaan teknologi diharapkan menjadi modal utama bagi mahasiswa agar siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru