Beritainvestigasinews.id || Sampang - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Ihdinas Sirotol Mustakim yang menghubungkan Dusun Sobbari dan Angsanah Timur, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, pada Minggu (24/5/2026).
Proyek infrastruktur yang disambut syukur oleh warga Madura ini bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan siswa sekolah sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membangun 300.000 jembatan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kunjungi Desa Sejati, Mensos Gus Ipul Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Berjalan Lancar
Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam agenda ini merupakan wujud kepedulian organisasi Muhammadiyah terhadap ketersediaan prasarana pendidikan yang layak bagi masyarakat di daerah terpencil. Beliau mengaku sangat terkesan dengan antusiasme warga setempat yang menyambut pembangunan ini dengan suasana yang sangat meriah.
"Ini bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap prasarana pendidikan, yang juga mendukung program Presiden Prabowo membangun 300.000 jembatan. Kami sangat senang datang ke sini, ini merupakan tempat paling meriah yang pernah saya datangi," katanya.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kabupaten Sampang, Raden Dhahibur Rahman, menjelaskan bahwa seluruh biaya pembangunan jembatan ini merupakan wakaf pribadi darinya sebagai hadiah untuk warga Desa Tlambah. Pria yang akrab disapa Ra Dhahib ini menegaskan bahwa inisiatif tersebut murni lahir dari keprihatinan melihat sulitnya akses mobilitas anak-anak saat hendak menuntut ilmu.
Baca Juga: Polres Nganjuk Raih Penghargaan IKPA Terbaik di Lingkup Polri tahun 2023 Dari Kementrian Keuangan RI
"Kami membangun jembatan ini berangkat dari kebutuhan masyarakat Dusun Sobbari dan Angsanah Timur. Agar anak bisa dengan mudah pergi sekolah juga bisa mendongkrak ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Terkait teknis pembangunan, Ra Dhahib memaparkan bahwa jembatan yang akan dibangun tersebut masuk dalam kualifikasi Kelas C dengan spesifikasi material yang kokoh. Jembatan ini dirancang untuk dapat dilalui kendaraan dari dua arah secara bersamaan dengan ketahanan beban yang sangat memadai bagi transportasi logistik desa.
"Kami akan bangun jembatan kelas C dengan lebar kurang lebih 3 meter, agar masyarakat bisa jalan dari dua arah dengan spek berkemampuan menahan beban hingga lebih dari 30 ton," jelasnya.
Pengerjaan fisik proyek ini dijadwalkan akan segera dimulai secara masif pada awal bulan Juni mendatang dengan target durasi waktu selama 90 hari kalender. Diharapkan pada bulan Agustus 2026, jembatan Ihdinas Sirotol Mustakim sudah dapat diresmikan dan digunakan sepenuhnya oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
"Bulan Juni depan akan kami gas, semoga di bulan Agustus sudah bisa digunakan. Kami sangat senang dan puas bisa membantu mempermudah akses masyarakat Dusun Sobbari dan Angsanah Timur, semoga ini menjadi amal ibadah bagi kami," pungkasnya.
Editor : Taufik