[caption id="attachment_66718" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Dengan menggunakan e-troling, pengawasan petugas jaga dapat dilihat langsung, seberapa banyaknya pengontrolan yang dilaksanakan pada malam hari. Sumber: Lapas Kerobokan.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Kerobokan, Bali, - Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Kanwil Kemenkumham Bali, tak henti-hentinya meningkatkan Kontrol Keliling (Trolling) dan Deteksi Dini di lingkungan Lapas, pada Minggu (27/10/2024) dini hari.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Kegiatan yang dilakukan oleh jajaran pengamanan ini, bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi fisik serta fasilitas sarana dan prasarana maupun aktifitas para warga binaan, guna mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di dalam Lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menjelaskan bahwa seluruh jajaran pengamanan wajib melakukan kegiatan kontrol disekitar area blok hunian, branggang, sekaligus pengecekan kondisi fisik bangunan termasuk tembok kamar dan teralis besi, serta melakukan razia/penggeledahan pada kamar hunian secara rutin maupun insidentil. Pelaksanaan kontrol keliling di Lapas Kerobokan juga telah menerapkan sistem E-Trolling.
[caption id="attachment_66719" align="aligncenter" width="1068"]
Foto: Kolaborasi pengamanan offline dan online tetap dipadukan, demi detekai dini di dalam lapas.[/caption]
"Dengan penerapan E-Trolling menjadikan kontrol yang dilakukan oleh Regu Pengamanan (Rupam) menjadi lebih akurat. Bilamana ada anggota Rupam yang tidak melakukan kontrol pada waktu yang telah ditetapkan, pasti akan terbaca dan terdeteksi melalui database. Selanjutnya terkait situasi dan kondisi pantauan di lapangan harus dilaporkan secara berjenjang untuk menjadi perhatian bersama", jelas Kalapas.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh Lapas Kerobokan, pelaksanaan kontrol dengan memanfaatkan teknologi seperti E-Trolling adalah langkah penting menuju modernisasi sistem pengawasan di Lapas.
"Kami sangat mengapresiasi langkah strategis Lapas Kerobokan dalam mengimplementasikan E-Trolling. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses kontrol tetapi juga meningkatkan akurasi dan efektivitas deteksi dini guna menjaga kondusifitas di dalam Lapas”, ungkap Pramella.
Dengan melaksanakan kontrol keliling secara rutin menggunakan sistem E-Trolling, diharapkan muncul deterrent factor (efek tangkal) terhadap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
"TIADA HARI TANPA TROLLING”
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali