Beritainvestigasinews.id. Sulut,- Kedekatan antara Walikota Manado Andrei Angouw (AA) dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), yang selama ini terjalin erat, kini menghadapi ujian serius. Polemik terkait pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Manado memicu tudingan tajam bahwa Walikota Angouw membiarkan, bahkan dianggap mengkhianati, langkah Gubernur.
Sorotan tajam datang dari pengamat politik vokal, Arthur Malonda, yang mengingatkan publik akan kedekatan politik AA–YSK di masa lalu. “Walikota AA dulu jadi kepala daerah pertama dari PDIP yang terang-terangan mendukung YSK ikut retreat ke Magelang, padahal dilarang Megawati,” ucap Malonda, Sabtu (14/6/2025). Namun kini, lanjutnya, situasi berubah drastis. “Dapa lia ini Walikota rupa so berkhianat pa Gubernur,” tegasnya, merespons polemik pengurus KMP yang dinilai sarat kepentingan politik lokal.
Malonda mengungkap bahwa 90% pengurus KMP diisi oleh orang-orang yang dekat dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari SK-DT yang diusung partai tertentu. Ia menyebut, pola yang sama juga terjadi di berbagai desa dan kelurahan di Indonesia, terutama yang masih berada dalam pengaruh rezim lama.
Ketua LPK-RI Manado, Maikel Pusung, turut menyuarakan kekhawatiran. Ia menilai bahwa pemilihan pengurus KMP tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan aturan hukum. “Semua diisi orang dekat anggota dewan, camat, lurah, bahkan tim sukses Pilkada dan Pileg lalu. Ini Koperasi ‘Merah Sasaja’,” sindirnya.
Pusung menuding Walikota Andrei Angouw melakukan pembiaran atas pembentukan KMP yang sarat kepentingan itu. “Dia pura-pura tidak tahu, seakan membiarkan kejadian ini terus berjalan,” ucapnya.
Di tengah memanasnya isu ini, publik mendesak Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan instansi terkait untuk segera turun tangan. Pengawasan dan evaluasi terhadap pembentukan KMP di Manado dinilai sangat mendesak, demi mencegah ketimpangan sosial dan kerugian masyarakat.
Dugaan pun meluas bahwa polemik serupa tidak hanya terjadi di Manado, melainkan juga di sejumlah kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara, terutama karena dikejar target waktu pembentukan Koperasi Merah Putih.
Polemik ini menjadi tantangan baru bagi soliditas antara pimpinan daerah di Sulut, yang sebelumnya dikenal kompak, namun kini tampak mulai retak oleh kepentingan politik dan jabatan.
Baca Juga: Keluhan Warga Langsung Ditindaklanjuti, PDAM Manado Buktikan Komitmen Pelayanan Prima
Editor : Kaperwil Sulut Romeo