Beritainvestigasinews.id, Papua Barat - Ketua DPD Solmet Manokwari Papua Barat, Askino Sada mendatangi Mabes Polri di Jakarta pada pada Kamis(18/9/2025) hal itu dilakukannya sehubungan dengan adanya telp gelap yang dilakukan oleh orang tak dikenal yang mengancam bahwa dirinya telah dilaporkan ke Mabes Polri
"Saya kebetulan pas ada urusan ke Jakarta, maka sekalian saya lansung mendatangi Mabes Polri di area blok M,hal tersebut s ngaja saya lakukan untuk mengecek apa benar saya dipanggil atau di adukan oleh seorang oknum yang tidak jelas, yang beberapa waktu lalu telah mengancam saya melalui telp, yang mana oknum tersebut, saat itu mengancam saya akan dilaporkan ke Mabes Polri, namun ketika saya sampai di Mabes Polri, faktanya di Mabes Polri itu semua tidak benar, karena nama saya tidak ada sama sekali tercatat sebagai pihak terlapor, ataupun orang yang harus dipanggil oleh pihak Mabes Polri, ini hanya cipta kondisi yang tidak jelas yang sengaja dibuat-buat untuk menakuti saya" tegas Askino.
Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Askino Sada, selaku Ketua DPD Solmet Manokwari Papua Barat, mengaku telah diteror melalui telp oleh nomor tak dikenal, setelah mengancam lewat telp lalu nomor tersebut ketika dihubungi kembali sudah tidak aktif.
"Terus terang saya merasa heran, bahwa apa yang saya lakukan jelas tidak ada unsur melanggar hukum atau mencemarkan nama baik orang lain, lembaga atau institusi, saya cuma niat tulus membantu memperjuangkan hak dari para dokter PPPK yang harus mendapatkan haknya dan itu sesuai yang tertuang dalam SK Gubernur Papua Barat, Bahwa meskipun mereka para dokter PPPK itu sedang melaksanakan tugas belajar di luar Papua Barat akan tetapi hak mereka tetap harus diberikan" tambahnya.
Baca Juga: Sianida dan Excavator di Nibong, Siapa Melindungi Aktivitas PETI yang Terus Berjalan?
Lebih lanjut Ketua DPD Solmet Manokwari Papua Barat ini juga siap klarifikasi jika memang benar ada pihak yang melaporkannya ke Mabes Polri.
"Lalu ketika saya sudah berhasil membantu memperjuangkan itu ada oknum OTK yang telp saya dan mengancam akan melaporkan saya hingga ke Mabes Polri, makanya saya ingin tegaskan bahwa saya siap untuk dipanggil dan siap untuk memberikan klarifikasi atas apa yang sudah saya kerjakan, tapi nyatanya gak ada kok laporan yang masuk ke Mabes Polri" pungkasnya.
Baca Juga: Publik Menunggu Ketegasan APH, Dugaan Gurita Tambang Ilegal Allen Tarore Jadi Sorotan
Arifin
Editor : Nugik Ramadhan