Akses Pendidikan Terjepit Kemeriahan Sampang Fest, Pelajar SMP dan SMK Terpaksa Jalan Kaki

avatar Berita Investigasi
Caption Foto: Akibat Penutupan jalan Akses Pendidikan Terjepit Kemeriahan Sampang Fest,
Caption Foto: Akibat Penutupan jalan Akses Pendidikan Terjepit Kemeriahan Sampang Fest,

Beritainvestigasinews.id || Sampang – Pelaksanaan Sampang Fest: Sahabat UMKM Plus yang berpusat di Pasar Margalela mulai menuai kritik tajam dari masyarakat. Festival yang direncanakan berlangsung sejak tanggal 1 hingga 15 Februari 2026 ini dinilai kurang matang dalam melakukan rekayasa lalu lintas. Akibat penutupan akses jalan utama di sekitar lokasi acara, puluhan siswa dari SMPN 3 Sampang dan SMKN 2 Sampang terpaksa menanggung beban fisik sebelum memulai jam pelajaran di kelas. Selasa (03/02/2025)

​Kemacetan dan penutupan jalur yang dilakukan oleh panitia penyelenggara memaksa armada transportasi umum atau taksi dari arah Utara berhenti jauh dari titik tujuan. Para pelajar yang biasanya turun tepat di depan gerbang sekolah, kini terpaksa diturunkan di simpang tiga depan Polsek Sampang. Kondisi ini memaksa mereka menempuh sisa perjalanan dengan berjalan kaki cukup jauh di bawah teriknya matahari pagi.

Baca Juga: Hadiri Penutupan Pleno Hima Persis, Kapolri: Mari Jaga Keberagaman Untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

​Keluhan ini salah satunya disampaikan oleh seorang murid SMKN 2 Sampang yang enggan disebutkan namanya. Ia menceritakan pengalamannya pada Senin (02/02), di mana sopir taksi yang ditumpanginya tidak bisa menembus jalur menuju sekolah karena blokade jalan. Meskipun beberapa sopir mencoba memutar melewati Jalan Trunojoyo, Jalan Bahagia, hingga Jalan Rajawali Baru, akses menuju barat tetap tertutup rapat bagi kendaraan umum.

​"Sangat melelahkan karena kami harus berjalan kaki jauh. Pada hari Selasa ini bahkan banyak teman-teman yang terlambat masuk kelas karena waktu tempuh yang tidak terduga. Kami merasa hak kami untuk sampai ke sekolah dengan nyaman terganggu oleh acara ini," ungkap siswa tersebut dengan nada kecewa saat ditemui di sekitar area sekolah.

Baca Juga: Penutupan Kejurnas Karate INKANAS Kapolri Cup 2024, Wakakor Brimob Polri Apresiasi Sportivitas Atlet

​Kondisi ini sangat ironis mengingat tujuan awal Sampang Fest yang diinisiasi oleh Sahabat Organizer bersama Sampang Kreatif adalah untuk memberdayakan ekonomi lokal. Namun, pada kenyataannya, mobilitas pelajar yang menuntut ilmu justru menjadi korban. Kontribusi dan kepedulian panitia terhadap dampak sosial di lapangan kini dipertanyakan oleh wali murid dan para pendidik di lingkungan sekolah terdampak.

​Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya solusi konkret dari pihak panitia maupun Dinas Perhubungan setempat terkait akses khusus bagi pelajar. Tidak adanya petugas yang mengarahkan transportasi siswa di titik drop-off Polsek Sampang membuat penumpukan massa di pagi hari menjadi pemandangan yang rutin terjadi sejak festival ini dibuka secara resmi.

Baca Juga: Polres Nganjuk Gelar Upacara Penutupan Latja Diktuk Bintara Polri Gelombang II TA 2024

​Masyarakat mendesak agar panitia segera melakukan evaluasi terhadap skema penutupan jalan. Solusi seperti pembukaan jalur khusus pada jam masuk sekolah atau penyediaan angkutan shuttle bagi siswa sangat diharapkan untuk meminimalisir keterlambatan dan kelelahan fisik para pelajar. Jangan sampai upaya menggerakkan ekonomi melalui UMKM justru mencederai proses pendidikan di Kabupaten Sampang.

​Diharapkan pemerintah daerah segera turun tangan untuk memediasi kepentingan penyelenggara festival dengan hak dasar para pelajar. Jika tidak segera dibenahi, penutupan akses yang menyulitkan siswa ini dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang protes yang lebih besar dari warga dan pihak sekolah yang merasa dirugikan selama sisa waktu festival berlangsung hingga 15 Februari mendatang.

Berita Terbaru