Satu Gay Pelaku Pemeras Di Ringkus Bersama Dua Temannya.

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Surabaya - Pelaku pemerasan disertai kekerasan di Surabaya ringkus polisi. Selama melancarkan aksinya, para pelaku memilih korban yang punya orientasi seks sejenis (gay).

Ketiga pelaku berinisial yakni KV (31) asal Kediri, NDP (31) dan O (35) warga Surabaya. Mereka ditangkap kawasan Citraland.

Baca Juga: Patroli Cepat Team Jogoboyo Polrestabes Surabaya Amankan 18 Pemuda Diduga Terlibat Bentrok Silat di Kedungdoro

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce melalui Kapolsek Lakarsantri Kompol Hakim mengatakan penangkapan para pelaku berawal dari informasi masyarakat. Saat digeledah, petugas turut menyita senjata tajam jenis clurit di dalam mobil Avanza warna putih yang digunakan para pelaku.

Merasa menjadi korban pemerasan dan disekap akhirnya korban keluar lompat dari mobil. Korban lalu berteriak maling. Teriakan tersebut mengundang warga yang mendengar itu, langsung melakukan pengejaran terhadap mobil pelaku.

Baca Juga:  Anev Akhir Tahun 2025: Polrestabes Surabaya Ungkap Fokus Curanmor, Narkoba, dan Lantas

"Pemerasan tidak berhasil, korban malah meloncat dari kendaraan. Dan berteriak di masyarakat sekitar maling-maling," ujar Hakim.

Para pelaku yang menggunakan mobil itu, ketakutan dan kabur melintasi wilayah Lontar, PTC, Unesa dan berakhir di SPBU Citraland dengan dihadang banyak massa saat itu. Saat kendaraan terhenti, para pelaku tidak berani keluar. Dan mobil tersebut di pukuli oleh massa hingga rusak di beberapa bagian.

Tersangka, KV mengatakan modus yang dipakai. Ia dan teman-temannya biasanya mencari korbannya melalui medsos. Setelah itu korban diajak untuk bertemu di sebuah tempat untuk berkencan. Setelah masuk jebakan, para pelaku biasanya meminta uang untuk tutup mulut agar tak disebarkan kalau dia Gay.

Baca Juga: Kapolrestabes Surabaya Cek Kebersihan Dapur SPPG: Pastikan Makanan Anak Sekolah Aman dan Bergizi

"Kenalan di medsos, lanjut sempat pelaku mengaku sebagai Polisi dan minta tebusan 15 juta, namun batal karena tertangkap.

(Siti MH )

Berita Terbaru