Beritainvestigasinews.id Sampang – Nuansa kepedulian yang mendalam menyelimuti Rumah Makan Bu Mutli di Jalan Imam Bonjol pada Sabtu (07/03/2026) sore.
Puluhan alumni SMAN 1 Sampang angkatan 1997 yang tergabung dalam komunitas "Estoh 97 Berbagi" berkumpul untuk menggelar aksi sosial bertajuk santunan anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pertemuan rutin, melainkan sebagai bentuk dedikasi sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Lumatkan Jarak dengan Kepedulian, Alumni Smansa 97 Sampang Gelar "Estoh Berbagi"
Persiapan kegiatan telah dimulai sejak pukul 15.00 WIB, di mana para panitia berkumpul untuk menyiapkan bingkisan dan amplop santunan dengan ketelitian tinggi. Semangat gotong royong tampak jelas saat para alumni bahu-membahu memastikan setiap paket bantuan siap tepat waktu. Langkah ini dilakukan agar seluruh bantuan yang diberikan memiliki kualitas dan manfaat maksimal bagi para penerima saat acara inti dimulai.
Memasuki pukul 16.00 WIB, seluruh panitia yang mengenakan seragam kompak—hitam dengan paduan jilbab cokelat susu untuk perempuan, serta atasan putih untuk pria—telah bersiaga di lokasi. Kehadiran para tamu undangan disambut dengan suasana penuh kehangatan yang mencerminkan kekompakan angkatan tersebut. Acara kemudian resmi dibuka dengan sambutan hangat dan doa bersama, menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus penuh haru.
Agenda utama yang paling dinantikan, yakni pembagian santunan, dilaksanakan tepat pada pukul 16.30 WIB. Satu per satu anak yatim dan kaum dhuafa menerima bantuan material sebagai bentuk dukungan nyata dari keluarga besar Estoh 97. Penyerahan bantuan ini menjadi momen emosional yang menunjukkan bahwa kepedulian kolektif mampu menghadirkan kebahagiaan di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat rentan.
Baca Juga: Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berbagi di Jumat Berkah
Ketua Panitia Estoh 97 Berbagi, Novin Kriswanto, mengungkapkan bahwa kegiatan tahun ini sengaja dikonsep secara berbeda untuk meningkatkan kualitas interaksi."Jika pada tahun sebelumnya mereka fokus membagikan seribu takjil di jalan raya, tahun ini acara dipusatkan di satu tempat agar komunikasi dan jalinan silaturahmi antar alumni bisa terjalin lebih erat dan efektif sembari mengejar keberkahan akhirat.
"Momentum hari ini tujuannya adalah untuk menggandeng teman-teman dan memberikan wadah di mana kami bisa berbagi untuk sesama. Dengan berkumpul di satu lokasi yang representatif, koordinasi menjadi lebih teratur dan kebermanfaatan yang dihasilkan bisa jauh lebih luas serta tepat sasaran untuk kedepannya," ujar Novin saat memberikan keterangan kepada awak media.
Senada dengan itu, Bendahara kegiatan, Dina Fauziah, menegaskan bahwa seluruh dana yang disalurkan berasal dari para donatur yang menaruh kepercayaan tinggi pada gerakan ini."Pihak panitia memastikan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan agar amanah dari para donatur benar-benar terkonversi menjadi bantuan yang berkah. Transparansi ini menjadi kunci utama keberlanjutan aksi sosial yang dilakukan oleh alumni Smansa 97."ujarnya
Menjelang senja, rangkaian acara ditutup dengan penguatan spiritual melalui salat berjemaah pada pukul 17.45 WIB, sebelum akhirnya seluruh panitia dan tamu undangan membatalkan puasa bersama pada pukul 18.00 WIB.
Melalui gerakan "Estoh Berbagi" ini, para alumni berharap dapat memicu semangat kepedulian di kalangan generasi muda lainnya, membuktikan bahwa aksi kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Editor : Taufik