BeritaInvestigasinews.id || Sampang – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang tercoreng akibat ditemukannya ulat pada menu makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sekar 001.
Kejadian tersebut terungkap saat bantuan gizi tersebut disalurkan kepada para penerima manfaat di Posyandu yang berlokasi di Jalan Tengku Umar, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, pada Rabu (22/7/2026).
Kejadian miris ini pertama kali dikeluhkan oleh seorang ibu rumah tangga penerima manfaat yang sengaja tidak ingin disebutkan namanya demi keamanan. Diri menyatakan rasa kecewanya lantaran hidangan yang seharusnya menunjang kesehatan ibu dan anak justru berpotensi membahayakan kesehatan karena terkontaminasi ulat pada bagian sayurannya.
"Saat saya buka wadah (Sterofom) makanan yang dikirim oleh SPPG Gunung Sekar 001, ternyata di dalam sayurannya ada ulat yang masih terlihat jelas," katanya.
Narasumber tersebut menambahkan bahwa pihak pengelola penyedia makanan seharusnya melakukan pembersihan dan sterilisasi bahan baku secara seksama sebelum dimasak. Menurutnya, kelalaian dalam menjaga kebersihan ini sangat disayangkan mengingat sasaran utama dari program pemerintah tersebut adalah kelompok rentan yang membutuhkan asupan nutrisi yang terjamin kelayakannya.
Baca Juga: Aliansi Pemuda Sampang Gelar Aksi Damai, Desak Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
"Harusnya dipastikan betul-betul bersih dan steril sebelum dibagikan ke masyarakat, apalagi ini program gizi untuk ibu dan anak," ungkapnya.
Merespons temuan di lapangan tersebut, warga dan para penerima manfaat mendesak Korintus/Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Sampang untuk segera mengambil tindakan tegas. Korwil diminta bergerak cepat bersama Satgas Pemkab Sampang untuk memanggil serta mengevaluasi pihak pengelola SPPG Gunung Sekar 001 atas kelemahan pengawasan mutu makanan tersebut.
"Pihak Korwil dan Satgas Pemkab harus turun tangan memberikan sanksi atau tindakan tegas agar pengelola jera dan lebih bertanggung jawab," tegasnya.
Desakan tindakan tegas ini menjadi makin beralasan mengingat Tim Satgas Pemkab Sampang sebenarnya sudah melakukan monitoring dan evaluasi ketat sebelum masa libur lalu. Namun, fakta ditemukannya kelalaian higiene ini membuktikan masih ada oknum pelaksana di lapangan yang tidak menghiraukan pentingnya standar sterilisasi, kesehatan, dan gizi yang telah ditetapkan.
Editor : Redaktur