Membedah Etika Lingkungan, Romi Harris Saputra Luncurkan Buku "Common Sense In Action"

avatar Taufik
Caption Foto: karya literasi ini dirancang sebagai panduan praktis dan peta kesadaran bagi berbagai kalangan dalam menjaga kelestarian ekosistem.
Caption Foto: karya literasi ini dirancang sebagai panduan praktis dan peta kesadaran bagi berbagai kalangan dalam menjaga kelestarian ekosistem.

BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG – Praktisi lingkungan hidup, Romi Harris Saputra, resmi merilis karya terbarunya berjudul Common Sense In Action: Membangun Kesadaran Etika Melalui Pengolahan Air Limbah pada Agustus 2026. Kehadiran buku ini menjadi angin segar sekaligus respons konkret atas rumitnya persoalan limbah cair dan krisis air bersih yang tidak cukup hanya ditangani melalui wacana, teori, maupun regulasi di atas kertas.

​Penulis buku, Romi Harris Saputra, menjelaskan bahwa karya literasi ini dirancang sebagai panduan praktis dan peta kesadaran bagi berbagai kalangan dalam menjaga kelestarian ekosistem. Dalam proses penyusunannya, ia bersinergi dengan praktisi pengolah air limbah Akhmad Syahruddin serta dua akademisi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan, yakni Kresna Bayu dan Bahrulloh. Jumat (21/8/2026)

Baca Juga: Sinergi Aktivis dan Praktisi Bangkalan Hadirkan Buku Etika Pengolahan Air Limbah

​"Perjuangan mengembalikan kesadaran ekologis merupakan perjuangan yang paling fundamental, sebuah upaya untuk merestrukturisasi kesadaran diri dari kediktatoran manusia menuju kedaulatan semesta," katanya saat memberikan keterangan pers terkait peluncuran buku tersebut.

​Romi menegaskan, gagasan yang dituangkan dalam buku ini bersumber dari pengalaman nyata di lapangan serta keprihatinan atas pendekatan penanganan lingkungan yang sering kali kurang menyentuh akar permasalahan. Melalui penyatuan perspektif akademis, teknis, dan etika, buku ini diharapkan mampu memangkas jarak antara teori ilmiah dan eksekusi di lapangan.

Baca Juga: HUT Humas Polri Ke-72 Dirayakan Dengan Gerakan Pelestarian Lingkungan

​"Persoalan lingkungan hidup, khususnya masalah limbah cair dan air, bukanlah sesuatu yang dapat diselesaikan dengan wacana indah atau sekadar peraturan di atas kertas saja," ungkapnya.

​Buku ini juga menarik perhatian publik karena berhasil menggalang dukungan lintas sektoral, mulai dari petinggi TNI-Polri, pejabat kejaksaan, jajaran BIN, akademisi, tenaga kesehatan, hingga pimpinan organisasi keagamaan. Dukungan luas ini dinilai sebagai bukti kuat akan tingginya urgensi serta bobot masalah pengelolaan limbah yang diangkat dalam tulisan tersebut.

​Romi menambahkan, perpaduan antara hasil riset lapangan dan pengakuan dari para pemangku kebijakan menjadi kunci utama agar sebuah gagasan mampu mendorong perubahan sosial secara luas dan berkelanjutan.

​"Sebuah gagasan baru memerlukan dua hal untuk dapat bergerak mengubah dunia, yaitu kebenaran dan kepercayaan. Kebenaran ditemukan melalui riset dan pengalaman lapangan, sedangkan kepercayaan dibangun melalui pengakuan dari pihak yang memiliki otoritas," pungkasnya.

Berita Terbaru