BERITAINVESTIGASINEWD ID || SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar acara pelepasan bantuan air bersih melalui program "Sejuta Liter Air Bersih" yang berlangsung di Pendopo Agung Trunojoyo, Kabupaten Sampang, pada Kamis sore (8/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah cepat penanganan bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Sampang. Agenda utama dari acara ini adalah pelepasan armada pendistribusian air bersih yang dikirimkan langsung ke berbagai titik lokasi sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan SKK Migas Jabanusa menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini terselenggara berkat kolaborasi erat dan sinergi bersama antara Forum Sampang Sehat, Pemerintah Daerah, serta jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah setempat. Pihaknya menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian nyata dari industri hulu migas untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga Sampang di tengah musim kemarau.
Baca Juga: UMKM Binaan SKK Migas-Medco Energi Pamerkan Produk Unggulan di Lokakarya Media 2026
"Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata hulu migas untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terhadap akses air bersih di tengah kondisi musim kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Sampang," kata Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Febrian Ihsan.
Lebih lanjut, Febrian Ihsan menegaskan komitmen jangka panjang pihak SKK Migas dan KKKS untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mendukung program pembangunan daerah. Pihaknya berharap kehadiran industri hulu migas tidak hanya berfokus pada aktivitas operasional eksplorasi dan eksploitasi semata, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Peluang Besar Kabupaten Sampang Masuk Daftar Daerah Penghasil Migas Lewat Lapangan Hidayah
"Ke depan, SKK Migas dan KKKS berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran industri hulu migas diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung untuk meningkatkan kapabilitas serta kualitas hidup warga setempat," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz, dalam sambutannya memaparkan peta kondisi kekeringan yang saat ini tengah dihadapi oleh wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa krisis air bersih telah meluas hingga mencakup setengah dari total wilayah kabupaten, sehingga memerlukan penanganan serta aksi nyata yang sigap dari seluruh pihak terkait.
Baca Juga: Sinergi HCML dan Pemkab Sampang Perkuat Kemandirian Warga Pulau Mandangin
"Saat ini, dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang, terdapat 7 kecamatan yang resmi terdata mengalami kekeringan. Angka ini mencakup setidaknya 50 persen wilayah Sampang, meski disinyalir kondisi riil kekeringan di lapangan bisa melebihi data tersebut," jelas Wakil Bupati Sampang, Ahmad Mahfudz.
Sebagai penutup, Wakil Bupati Sampang menekankan pentingnya merumuskan solusi jangka panjang yang berkelanjutan seperti pembangunan embung dan tandon komunal, di samping penyaluran bantuan darurat. Acara pelepasan pendistribusian air bersih tersebut kemudian resmi diluncurkan dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim, menandai dimulainya penyaluran armada air bersih secara serentak ke wilayah-wilayah terdampak di Kabupaten Sampang.
Editor : Taufik