Dr. Elvira: Penyakit Tidak Menular (PTM) Sebagai Tren Penyakit Saat Ini

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id - Banda Aceh, NAD - Indonesia di hadapkan pada 'dual burden' diselesaikan, ketika sedang berjuang untuk menurunkan angka penyakit menular, namun disisi lain penyakit tidak menular semakin meningkat. Ditulis oleh dokter Elvira pada tanggal 15 Mei 2023 waktu setempat.

WHO (Worl Health Organization) menyebutkan bahwa Penyakit Tanpa Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak langsung menular dari satu orang ke orang lain. Saat ini pengendalian masalah kesehatan di masyarakat telah mengalami perubahan dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Hasil survei kesehatan (Riskesdas) 2018 menunjukkan 3 dari 10 penderita PTM tidak terdiagnosis atau tidak mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut. PTM merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Di Indonesia angka kesakitan dan kematian PTM cukup tinggi, begitu juga di belahan dunia lainnya. Selain itu PTM berdampak pada tingkat pembiayaan kesehatan dan penurunan produktivitas masyarakat. PTM yang umum terjadi di Indonesia antara lain : penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, dan gagal ginjal.

PTM juga merupakan penyakit katastropik dimana proses pengobatannya memerlukan keahlian khusus dengan peralatan medis canggih dan pelayanan kesehatan seumur hidup serta berbiaya tinggi.

Berdasarkan data biaya asuransi kesehatan pada tahun 2016-2020 dari biaya jasa kesehatan sebesar 374,86 triliun, dimana 83,31�alah biaya layanan rujukan dalam kasus penyakit katastropik yang menjadi salah satu kelompok penyakit terbesar yang tercatat program JKN-KIS.

Penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker adalah tiga penyakit teratas yang menghabiskan dana JKN terbesar. Pada 2018, pengobatan penyakit jantung yang dijamin BPJS kesehatan menelan biaya Rp.10,5 triliun dalam 12,5 juta kasus.

Salah satu kegiatan penanggulangan PTM adalah melalui upaya kesehatan masyarakat (UKM) dengan tujuan pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM terutama fokus kepada faktor risiko yang dapat diubah yaitu melalui pos pembinaan terpadu (posbindu) PTM.

Tujuan utama kegiatan posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini faktor risiko PTM. Oleh karena itu, sasaran posbindu PTM cukup luas dan mencakup semua orang diatas 15 tahun, baik orang sehat, orang yang termasuk dalam kelompok risiko dan orang yang menderita PTM.

Posbindu PTM yang rutin dilakukan setiap bulan meliputi kegiatan pemeriksaan kadar gula darah, kadar kolesterol total, pengukuran tekanan darah dan pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT).

Posbindu PTM berupaya untuk melakukan deteksi dini faktor risiko sehingga dapat menemukan faktor risiko sehingga dapat segera dilakukan tindak lanjut. Dengan demikian dapat melakukan pengendalian faktor risiko.

Tren peningkatan PTM saat ini di Indonesia semakin memperihatinkan, dimana sebelumnya jenis penyakit ini terutama muncul pada lansia Sekarang mulai mengancam kelompok usia produktif.

Pada tahun mendatang 2030-2040, Indonesia akan menghadapi pertumbuhan demografis dimana kelompok usia produktif akan jauh melebihi jumlah yang tidak produktif. Jika kecenderungan PTM di usia muda meningkat, upaya Indonesia untuk mewujudkan bangsa yang sehat dan cerdas akan sulit tercapai.

Mari memanfaatkan posbindu PTM sebagai upaya mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM). Dengan demikian kualitas hidup masyarakat akan meningkat sehingga setiap individu akan produktif, berdaya saing, dan berguna bagi pembangunan nasional, guna mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Senin (15/05/2023) waktu setempat, penulis dokter Elvira Mahasiswa Prodi Magister Kesehatan Masyarakat FK USK.

(JesPutra)

Editor : Redaksi

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru