PSHT Komisariat Ponpes Jagad Alimussirry Ketintang Surabaya Gelar Acara Sarasehan Nasional dan Halal Bihalal

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Surabaya, - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Ponpes Mahasiswa Jagad Alimussirry Surabaya menyelenggarakan Halal Bihalal yang dikemas dengan Sarasehan Nasional yang bertempat di Ponpes Nurul Falah tepatnya di Jalan Ketintang PTT No. 5B, Surabaya. Kamis, 02/05/2024.

Tema yang diusung dalam acara tersebut yakni "Memberdayakan Pendidikan Spiritual Pencak Silat Sebagai Upaya Melestarikan Budaya Bangsa Indonesia".

Baca juga: Polisi Pertebal Pengamanan Pengesahan 354 Warga Baru PSHT Cab.Pasuruan Berjalan Aman dan Kondusif

Dengan dihadiri 200-an lebih peserta, baik dari kalangan santri, warga pendekar PSHT dan bapak RW sebagai pemangku wilayah, Beliau pun didaulat untuk memberi sambutan dan mengikuti acara sampai selesai dengan antusias.

Dalam sambutannya beliau mengatakan, "mengapresiasi latihan PSHT di wilayahnya karena beliau ternyata juga pernah ikut latihan walau kemudian tidak sampai selesai disebabkan dulu banyak kesibukan, apalagi tempat latihannya jauh di Sukodono Sidoarjo, sedang tinggalnya di Ketintang Surabaya" Ucap Bapak RW.

Acara Halal Bihalal dan Sarasehan Nasional yang bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional tersebut berjalan dengan lancar, gayeng dan khidmat. Para peserta sabar mengikuti dan mendengarkan materi yang disampaikan ketiga narasumber yang luar biasa.

Ada tiga pemateri yang hadir dalam acara tersebut, pemateri pertama adalah Dr. KH. Djoko Hartono, S.Ag, M.Ag, M.M. Beliau selain sebagai Dosen Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah IAI Al Khoziny Sidoarjo juga sebagai Direktur/Pengasuh Ponpes Mahasiswa Jagad Alimussirry serta Pengurus Pusat PSHT Bidang Ajaran dan Kajian Setia Hati. Sebagai narasumber pertama beliau mengawali menyampaikan materinya tentang hikmah halal bi halal. Menurut beliau warga PSHT jika ingin hidup bahagia dalam kesehariannya dan juga dalam rumah organisasi PSHT maka harus kembali mengenakan dan menjalankan ajaran Setia Hati yang penuh dengan simbol-simbol sebagai ciri dari ajaran tasawuf. Puncak dari ajaran spiritual pencak silat di PSHT menurut beliau adalah mengesakan Tuhan (tauhid) yang itu disimbolkan pada jurus kunci. Dengan mensitir hadis Nabi, beliau menyampaikan, "Siapa yang akhir hayatnya mampu bertauhid maka tempatnya surga," jelas Dr. KH. Djoko Hartono, S.Ag, M.Ag, M.M.

Baca juga: Media Harian Mata Berita Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Antar Media di Surabaya

Bertindak sebagai pemateri kedua adalah Kang Mas Sepuh Ir. H. RB. Wiyono. Beliau merupakan Ketua Majelis Ajar PSHT yang tinggal di Yogyakarta. Dalam penjelasannya beliau mengulas Mukadimah PSHT sebagai intisari ajaran di PSHT yang selama ini banyak dilupakan warga PSHT. Pencak silat menurut beliau dengan mengacu isi Mukadimah tersebut merupakan salah satu ajaran Setia Hati dalam tingkat pertama. Ini artinya masih ada ajaran lain yang ada di PSHT yang tidak boleh dilupakan. Diharapkan warga PSHT tidak kandas/tenggelam pada pelajaran pencak silat sebagai pendidikan ketubuhan saja. Puncak spiritual ketuhanan yang menjadi tujuan yang diajarkan di PSHT menurut beliau ada dalam alenia pertama dan kedua yakni kembali pada causa prima dan menyingkap tabir/tirai selubung hati nurani untuk bertemu Sang Mutiara Hidup Bertahta. Menurut beliau spiritual ajaran di PSHT sejatinya mengantarkan warganya untuk meraih kehormatan, keselamatan dan kebahagian.

Adapun bertindak sebagai narasumber ketiga dalam sarasehan tersebut adalah Kang Mas Agus Mulyana dari Kemenristekdikbud Jakarta.

Sebagai budayawan dan peneliti Pencak Silat, beliau menyampaikan hasil penelitiannya yakni, Pak Sami'un (Samingun) sebagai perintis berdirinya PSHT sebenarnya pernah menjadi Ketua Markaz Ulama Jatim. Ada data-data yang ditampilkan oleh beliau untuk menguatkan pendapatnya tersebut. Sebagai tokoh pahlawan perintis kemerdekaan, Pak Sami'un tidak hanya pemberani melawan penjajah waktu itu, tetapi beliau berani hidup di kandang macan di mana PKI banyak bercokol di Madiun. Menurut Agus Mulyana beliau adalah keturunan ulama besar yakni mbah Kiai Hasan Besari dari jalur bapaknya. Jadi kesantriannya tidak perlu diragukan. Demikian pula ketokohannya menjadi Ketua Markaz Ulama Jatim saat itu.

Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Kembali Gelar Aksi Berbagi Takjil di Depan Balai Kota Surabaya

Acara Halal Bihalal dan Sarasehan ini kemudian disambut antusias oleh para peserta saat ada waktu tanya jawab dan kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin Romo KH. Mas Moch. Yahya Chozin ulama sepuh yang juga pengasuh Ponpes Mahasiswa Jagad Alimussirry Surabaya serta dilanjut bersalam salaman dan ramah tamah.

Jerry M

Editor : Redaktur

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru