MABAR, Dialog Santai Bersama Gen Z dan Anak-Anak Muda di Bali

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Denpasar Timur, Bali - MABAR, Dialog Santai Bersama Gen Z dan Anak-Anak Muda di Bali. Diskusi atau dialog santai dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama para generasi Z (Gen Z) dan anak-anak muda di Bali dalam acara MABAR (Maju Bersama Ganjar) bertemakan “Kaum Muda Berbicara”, bertempat di Kebon Vintage Cars Bali, Biaung, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Sabtu (17/06/2023) sore 17.00 wita waktu setempat.

Diskusi atau dialog santai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga bakal calon Presiden RI 2024 dari parpol PDIP dengan para Gen Z dan anak-anak muda di Bali dalam acara MABAR (Maju Bersama Ganjar) yang bertemakan “Kaum Muda Berbicara”, dipenuhi tepuk tangan dan gelak tawa. Ganjar terlihat santai dan humoris meladeni pertanyaan-pertanyaan serta paparan dari pembicara maupun pertanyaan langsung dari peserta diskusi yang hadir memadati ruangan di Kebon Vintage Cars Bali tersebut.

Baca juga: Pengamanan Dan Pemantauan Kegiatan PKB, Polsek Dentim Berikan Kenyamanan Pengunjung

Ganjar Pranowo bahkan dengan spontan menantang musikus sekaligus Pemrakarsa Anugerah Musik Bali Gede Bagus atas pertanyaannya.

Peristiwa menarik lainnya ialah saat Ganjar menanggapi pertanyaan dari Stefanie dan Keisya, dua siswa tingkat SMA yang hadir di lokasi.

Stefanie yang seorang pemain teater di sekolahnya dan Keisya yang merupakan anggota paduan suara, mempersoalkan perhatian pemerintah terhadap dunia teater dan industri kreatif yang dirasa kurang, termasuk masalah tentang orang-orang tua yang menganggap content creator bukanlah profesi masa depan. Dengan gayanya yang santai, Ganjar kemudian mengundang satu per satu penanya tersebut dipersilakan naik ke panggung.

Ganjar mengajak mereka berdialog dan berdiskusi, mencoba memberikan solusi terhadap persoalan tersebut. Salah satu yang unik adalah ketika Ganjar menantang Stefani sebagai seorang pemain teater melakukan akting tunggal.

“Indonesia ini, banyak sekali makanannya. Indonesia ini, banyak sekali karya seninya, tetapi apakah pernah kami dilirik oleh pemerintah?” Begitu monolog dari Stefani yang membuat semua orang mengelu-elu dan bertepuk tangan.

Ganjar lalu tampak menggerakkan tubuhnya. Dia membuat gestur melirik kepada Stefani yang membuatnya tak tahan dan akhirnya tertawa melihat gaya Ganjar. Ganjar lalu mendialogkan serta diskusikan masalah ini dan meminta pendapat.

Disisi lain, Musikus/Musisi Putu Gede lalu menjawab bahwa para anak teater seperti Stefani bisa berkolaborasi dengan content creator yang memiliki alat. Ganjar lalu menambahkan peran pemerintah adalah memastikan kolaborasi ini dilibatkan dalam produksi konten promosi pariwisata.

“Ini ada yang bisa akting, berkolaborasi dengan yang bikin konten. Butuh yang kasih job, misal, tolong dilibatkan dalam promosi pariwisata,” ujar Ganjar dalam keterangannya.

Baca juga: Polresta Gelar Pengamanan Creative Fun Walk di Lapangan Timur Renon

Saat giliran Keisya Anindita, Ganjar mengajaknya ke atas panggung untuk menyampaikan unek-unek sekaligus menampilkan kemampuannya bernyanyi.

Yang unik adalah ketika Keisya bercerita bagaimana dia kerap tak berani menampilkan konten ke publik karena orang tua. Dia mengaku bahwa orang tua menilainya aneh ketika hendak membuat konten mengenai makanan. Ganjar merespons bahwa sebenarnya para orang tua harus mau melihat perkembangan tersebut.

“Kalau begini nanti orang tuanya yang bisa dilihat aneh,” kata Ganjar.

Lain halnya dari ketika Putu Ayu Saraswati, Putri Indonesia Lingkungan menceritakan pengalamannya keliling seluruh Provinsi di Indonesia sebagai duta lingkungan banyak hal yang ditemukan.

"Sebagai duta lingkungan Ayu yang nota benenya putri Indonesia 2020 silam, selalu mengajak masyarakat terutama kaum muda mudi untuk selalu menjaga lingkungannya bersih dan asri, agar sekitarnya menjadi sehat," paparnya.

Lebih unik dan berkesan lagi ketika Pancawara Group Gen Z selau aktivis sampah di Kota Denpasar. Dalam pengalamannya menceritakan suka duka dalam menangani sampah di Denpasar.

"Penanganan sampah bukanlah hal yang mudah bila dari hulu hingga hilir tidak ditangani dengan signifikan, yang berawal dari sampah rumah tangga yang tak memilah-milahnya. Alhasil akan semberawut di tempat pembuangan akhir yang carut marut bercampur, sampah organik dan non organik," papar Gen Z.

Kami sebagai anak muda selalu mengajak warga masyarakat Denpasar untuk tertib dan buag sampah pada tempat yang sudah disediakan. Jangan buang sampah sebarangan.

Ganjar Pranowo menanggapi dan beri apresiasi kepada anak muda Gen Z pemerhati sampah di Denpasar. Sebagai jalan keluarnya, Ganjar berikan solusinya dan lansung mengarahkan dan contohnya yaitu Bapati Banyumas yang sudah berhasil menangani sampah dari hulu hingga hilir. Di Kabupaten warga masyarakatnya sebelum sampah dibuang ke TPA, terlebih dahulu sudah memisahkan antara sampah organik dan non organik. Dari keberhasilan Bupati Banyumas dalam mengelola sampah didaerahnya, ia dapatkan penghargaan dari PBB dan dihadiahi uang senilai 8 Milyar rupiah, karena keberhasilan, kata Ganjar. Sejak awal hingga akhir sesi diskusi tidak terlepas dari tepuk tangan dan gelak tawa antara Ganjar dan hadirin semua diruang itu dengan akrabnya.

(JULIESPASH)

Editor : Redaksi

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru