Beritainvestigasinews.id, Surabaya, - Seorang pencari kerja, yang merupakan keponakan dari seorang anggota media, mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan ketika mencari pekerjaan. Sayangnya, masih ada pihak-pihak yang memanfaatkan kelemahan calon pekerja, terutama mereka yang sangat membutuhkan pekerjaan.
"Ketika saya sedang mencari pekerjaan, saya melihat sebuah lowongan di TikTok yang menarik perhatian keponakan saya, terutama karena gaji yang ditawarkan cukup besar," ujar sumber tersebut. "Kami kemudian diinstruksikan untuk datang langsung ke lokasi untuk wawancara pada pagi harinya. Lokasi yang dituju adalah sebuah ruko milik PT. W.S.Y INDONESIA di Jl. Raya Gunungsari no. 226, Surabaya. Hari Senen (7/10/2024)
Baca juga: Warga Surabaya Laporkan Dugaan Penipuan ke Polrestabes Surabaya, Kerugian Capai Jutaan Rupiah
Keponakan dari narasumber, yang akan diwawancarai oleh seorang perekrut bernama Dila, diminta untuk membayar uang muka sebesar Rp 200.000 sebagai syarat untuk ikatan kerja sementara sebelum mengikuti seleksi atau psikotes. Setelah dinyatakan lolos oleh Dila, dia juga diminta untuk melunasi kekurangan biaya sebesar Rp 800.000.
Mendengar hal tersebut, keponakan narasumber langsung memberitahukan kepada pamannya, yang terkejut dengan permintaan tersebut. "Belum mulai bekerja, sudah dimintai biaya administrasi," jelasnya. Sebagai anggota media, narasumber mencoba mengonfirmasi hal ini kepada pihak yang bersangkutan. Namun, jawaban yang diterima justru tidak sopan. "Dia hanya membalas dengan kata kasar," kata narasumber.
Baca juga: Warga Pakuniran Menjadi Korban Penipuan Modus Pinjam Uang dengan Jaminan Fiktif
Sebagai bagian dari media, narasumber memutuskan untuk terus melaporkan tindakan tidak etis ini. "Pernyataan Dila sangat tidak menyenangkan dan tidak menunjukkan etika, terutama bagi seseorang yang berperan sebagai pewawancara calon karyawan. Ini jelas melanggar kode etik," tambahnya.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya kewaspadaan bagi para pencari kerja agar tidak mudah tertipu dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi, terutama yang meminta biaya administrasi di awal proses perekrutan. Para pencari kerja diimbau untuk melakukan pengecekan lebih mendalam dan tidak ragu untuk menanyakan detail yang mencurigakan selama proses perekrutan.
Baca juga: Aliansi Madura Indonesia Kembali Gelar Aksi Berbagi Takjil di Depan Balai Kota Surabaya
Samsul A.
Editor : Redaktur