Nilai Jual Tinggi, WARNAPAS Lapastik Bangli Praktekkan Pembuatan Eco Enzyme

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Bangli, Bali - Nilai Jual Tinggi, WARNAPAS Lapastik Bali Praktekkan Pembuatan Eco Enzyme. Memiliki nilai jual tinggi bila dipasarkan, sebanyak 60 orang Warga Binaan Pemasyaraktan atau WARNAPAS (WBP) Lapas Narkotika (Lapastik) Bangli mengikuti pelatihan pengolahan limbah lsampah organik menjadi Eco Enzyme yang diklaim merupakan cairan serbaguna tanpa bahan kimia hasil dari fermentasi sampah organik, bertempat di Ruang Rehabilitasi Lapastik Bangli, Bali. Senin (27/06/2023) waktu setempat.

Kegiatan pelatihan pembuatan Eco Enzyme ini dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sekaligus melestarikan lingkungan hidup yang bekerjasama dengan Gerakan Bersih-Bersih Bali dan Komunitas Pusaka Indonesia.

Kepala Lapas Narkotika (Kalapastik) Bangli Agus Pritiatno sagat mendukung penuh kegiatan ini. Kalapas juga mengucapkan terima kasih kepada tim dari Gerakan Bersih-Bersih Bali dan Komunitas Pusaka Indonesia yang telah memperkenalkan Eco Enzyme dan mendukung memfasilitasi kegiatan ini sehingga WBP atau WARNAPAS mendapatkan kesempatan mempelajari pengetahuan tentang Eco Enzyme.

Selanjutnya Kalapas menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas WBP atau WARNAPAS sebagai bagian dari pembinaan keterampilan kemandirian sehingga setelah mereka selesai menjalani masa pidananya, para WARNAPAS dapat menyebarluaskan ilmu ini kepada orang di sekitar mereka.

“Saya sangat mendukung penuh kegiatan ini, karena akan ada banyak manfaat dan produk yang akan kita hasilkan dari pembuatan Eco Enzyme ini seperti cairan pembersih, sabun, detergen, pengharum ruangan, obat luka, mencegah sariawan, pembasmi hama bahkan sampai mengurangi polusi udara. Kegiatan ini juga kita lakukan sebagai bekal WBP/WARNAPAS setelah bebas nanti hingga dapat menyebarluaskan ilmu ini kepada orang di sekitarnya,” ucap Kalapas.

Agus Norma selaku ketua Gerakan Bersih-Bersih Bali mengawali pelatihan ini dengan memberikan materi terkait Eco Enzyme. Ia memaparkan apa itu Eco Enzyme, apa saja manfaatnya dan bagaimana cara pembuatannya. Selanjutnya dilakukan praktek pembuatan langsung Eco Enzyme dengan bahan-bahan yang telah disiapkan seperti buah-buahan dan sayuran, gula merah dan air.

Para WARNAPAS terbagi menjadi beberapa kelompok dengan tugas berbeda mulai dari memotong bahan, melarutkan gula merah dalam air dan mencampur seluruh bahan. Para WBP terlihat sangat antusias karena pelatihan ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Hasilnya, saat ini para WARNAPAS telah membuat enam galon cairan Eco Enzyme dimana hasilnya akan dituai dalam tiga bulan mendatang.

Agus Norma menambahkan, kalau proses fermentasi akan berlangsung selama tiga bulan, bulan pertama akan menghasilkan alkohol, kemudian bulan kedua akan menghasilkan cuka dan pada bulan ketiga akan menghasilkan enzyme.

“Pada bulan ketiga, Eco Enzyme sudah bisa dipanen, caranya adalah dengan menyaring menggunakan kain bersih dan akan menghasilkan cairan berwarna kecoklatan dengan aroma asam segar. Namun warna Eco Enzyme dapat bervariasi dari coklat muda hingga coklat tua tergantung dari jenis bahan dan gula yang digunakan,” tambah Agus Norma.

(JULIESPASH)

Editor : Redaksi

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru