[caption id="attachment_65984" align="aligncenter" width="750"]
Foto: Material Tol Probowangi tak sesuai bestek. Sumber: GM Grib Jaya Probolinggo.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Probolinggo, Jatim, - Ketua GM Grib Jaya Probolinggo meminta kepada owner dan maincont PSN untuk hearing, Terkait adanya pengaduan masyarakat bahwa material pembangunan jalan tol Probowangi banyak ditemukan tidak sesuai standar kualitas dan tidak sesuai standar operasional prosedur.
Baca juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Apa yang dilakukan oleh GM Grib Jaya ini, merespon beberapa keluhan masyarakat terkait pembangunan jalan tol tersebut.
Menurut Ketua GM Grib Jaya, Syaiful Haq atau yang akrab dipanggi Haris, bahwa pihaknya akan secepatnya mengirim surat kepada DPRD Kabupaten Probolinggo untuk melakukan hearing dengan menghadirkan owner PSN juga maincont serta para stakeholder yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut.
[caption id="attachment_65985" align="aligncenter" width="1600"]
Foto: Ketua GM Grib Jaya Probolinggo, Syaiful Haq bersama jajarannya.[/caption]
"Hal ini kami lakukan, bertujuan agar semua persoalan terkait pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Probowangi bisa lancar dan selesai tapi harus sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Sehingga apa yang menjadi tujuan PSN tercapai dengan sempurna, serta manfaat terkait proyek ini akan langsung dirasakan oleh masyarakat," ujarnya kepada media beritainvestigasinews.id, pada Selasa, 22 Oktober 2024 kemarin.
Selain itu juga, ditambahkan oleh Haris, bahwa dalam pengerjaan ini pun jika material tidak sesuai kualitas standard akan mengakibatkan banyak kerugian dan itu merupakan tanggung jawab kita bersama untuk selalu menjadi kontrol.
Serta tanggung jawabnya seperti apa terhadap akses jalan yang rusak parah akibat dilalui dumptruk bermuatan material tol, jangan sampai karena pembangunan jalan tol ini, masyarakat kecil para pesepeda jadi korban pembangunan jalan tol. Jangan menunggu ada korban jatuh atau celaka baru ditindak lanjuti,” ucap Haris.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali