Menjelang Lebaran, Bulog Siapkan Bahan Pokok Dukung Pasar Murah di Sulut

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id. Sulut, - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) menyiapkan kebutuhan bahan pokok (bapok) guna mendukung program pasar murah Lebaran tahun 2025 di Sulut.

"Kami bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pasar murah Lebaran tahun 2025, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah," kata Kepala Perum Bulog Sulutgo Erwin Tora, di Manado, Senin, (3/3/2025).

Baca juga: Bupati Sidoarjo Dampingi Gubernur Jatim Gelar Pasar Murah di Krian untuk Perluas Jangkauan Masyarakat Beli Sembako

Erwin mengatakan pihak Bulog menyiapkan beras, gula pasir, minyak goreng dan daging sapi dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Bulog, katanya, memiliki stok bahan pokok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Lebaran tahun ini.

Erwin mengatakan stok beras ini tersebar di sejumlah gudang yang ada di Kota Bitung, Kota Kotamobagu, wilayah kepulauan Sulut dan Gorontalo.

Baca juga: Bulog dan Polri Sinergi Dukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Jagung

Kabid Perdagangan Dalam Negeri (Dagri) Disperindag Sulut Leyla Karamoy mengatakan dalam pasar murah Lebaran tahun ini, pihaknya menjual minyak goreng AMR 1 liter Rp14.700, gula pasir 1 kg Rp17.500, beras premium 5 kg atau 1 sak Rp71.509, minyak premium Bulog 1 liter Rp18.000, daging sapi Rp115.000/kg, bawang merah Rp45.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg telur dari Rp54.000-Rp66.000/baki.

Leyla mengatakan kegiatan pasar murah ini akan difokuskan pada kabupaten dan kota yang mayoritas penduduknya merayakan Lebaran.

"Kami harap dengan adanya pasar murah Lebaran ini, akan mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasar dan tetap stabil," katanya.

Baca juga: Gubernur Sulut Yulius Selvanus Minta Legislatif dan Eksekutif Kolaborasi Berikan Solusi Masalah Banjir

Dia juga mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan pasar murah Lebaran ini karena produk yang dijual masih lebih murah dibandingkan dengan pasar tradisional.

Romeo Malonda

Editor : Redaktur

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru