Beritainvestigaainews.id. Sulut,- DPRD Provinsi Sulawesi Utara gelar rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban Gubernur Sulut tahun 2024.
Baca Juga: Gubernur Yulius Selvanus Sebut Evaluasi Ring Road Tiga
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD dr Fransiskus Andi Silangen dan dihadiri sekitar 25 anggota DPRD.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus mengapresiasi kepada pimpinan serta anggota DPRD Provinsi Sulut sehingga agenda rapat paripurna bisa diselenggarakan.
Sinergitas antara eksekutif dan legislatif menurut Gubernur harus terus terjalin untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kita menggelar agenda ini di tengah daerah kita yang tertimpah musibah, dimana beberapa hari lalu kita menghadapi curah hujan cukup deras yang menyebabkan banjir dan tanah longsor, BMKG sebut kemarin sudah selesai tapi sampai hari ini masih hujan jadi kita mesti tetap waspada," ungkapnya.
Gubernur juga meminta, pemerintah dan legislatif berkolaborasi untuk memperhatikan rakyat.
"Jangan kita kalah dengan banjir, mari legislatif dan eksekutif kita bersama - sama berkolaborasi untuk memberikan solusi bagi masyarakat.
Baca Juga: Warning!!! Warga Manado SIAGA, Waduk Bendungan Kuwil Spill Out
"Cek di dapil masing-masing, diskusikan bersama untuk mencari solusi, saya yakin dan percaya pasti ada solusinya untuk permasalahan ini. Mari bergandengan tangan untuk membantu masyarakat," jelas Gubernur YSK.
Terkait LKPJ 2024, Gubernur Yulius Selvanus mengapresiasi pemimpin yang lama dan tentunya sebagai pemimpin baru apa yang baik akan terus dilanjutkan.
"Banyak program dari pemimpin lama yang baik, salah satunya membuka jalur penerbangan internasional, ini akan saya lanjutkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Pada rapat paripurna ini, Gubernur YSK menegaskan komitmennya akan mensejahterakan para pengusaha cap tikus.
Baca Juga: Polda Sulut Turunkan Pasukan Brimob dan Polairud Evakuasi Warga Terdampak Banjir dan Tanah Longsor
"Mereka selama berusaha tapi saat menjual mereka bingung, karena tak bisa diputar kemana-kemana akhirnya diminum sendiri," jelasnya.
Oleh karenanya Gubernur akan mencari solusi secepatnya akan cap tikus bisa menjadi produk daerah yang bisa menjadi penghasilan dan memiliki izin.
"Kita harus carikan solusi agar itu bisa menjadi penghasilan buat masyarakat kita," jelasnya.
Romeo Malonda
Editor : Juli Kaperwil Bali