Beritainvestigasinews.id, PONOROGO – Mengantisipasi situasi global yang berdampak pada kestabilan ekonomi nasional, Polres Ponorogo Polda Jatim memaksimalkan patroli untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Kali ini melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) melakukan pengecekan langsung terhadap potensi penimbunan bahan pangan, BBM, dan kebutuhan pokok lainnya di sejumlah titik strategis.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Tinjau Objek Wisata di Libur Lebaran Pastikan Keamanan Pengunjung
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas nasional sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali menegaskan bahwa patroli dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar gudang distribusi, pasar tradisional, hingga agen-agen penyalur.
“Patroli ini kami lakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Kami pastikan distribusi bahan pokok dan BBM berjalan lancar tanpa hambatan,” tegasnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, situasi global yang tidak menentu berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan secara ilegal.
Baca juga: Komitmen Polres Mojokerto Kota Wujudkan Libur Lebaran Aman dan Nyaman bagi Masyarakat
"Oleh karena itu, kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran,"tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok. Polres Ponorogo bersama jajaran akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Apel Kebangsaan Dan Do'a Bersama, Kapolres: Keamanan adalah Tanggung Jawab Kita Bersama
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau termakan isu yang menyesatkan.
"Serta segera melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau praktik curang di lapangan,"pungkasnya. (Redaksi)
Editor : Nugik Ramadhan