Bantengan Maheso Aremania Budoyo Jadi Atraksi Paling Ditunggu di Grebeg Suro K2S 2026

Reporter : Arifin Imron

Beritainvestigasinews.id, Kupang, - Lautan manusia memadati Alun-alun Kota Kupang, Senin (15/6/2026). Penampilan Maheso Aremania Budoyo menjadi salah satu atraksi paling ditunggu dan berhasil menghipnotis ribuan pasang mata.

Sebelum pertunjukan dimulai, seluruh pemain dipandu para _Bopo_ atau guru spiritual untuk menggelar prosesi ritual. Ritual ini dimaknai sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur, agar seluruh rangkaian atraksi berjalan aman, lancar, tanpa halangan.

Hal tersebut disampaikan A. Haris, Ketua Ikatan Arema NTT, kepada tim media di sela acara.

“Kami bersyukur atas perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga penampilan bisa berjalan aman dan lancar. Memang ada sedikit gangguan dari pihak luar, tapi berkat kesigapan personel Maheso bisa segera diatasi,” ujar A. Haris.

Ia mengakui masih ada kekurangan, namun menegaskan seluruh pengurus dan personel Maheso Aremania Budoyo sudah berupaya tampil maksimal di Grebeg Suro 2026.

“Pesan saya untuk seluruh personel Maheso: tetap waspada dan rendah hati. Jangan jumawa. Walaupun saat ini kita jadi sorotan dan keberadaan kita patut diperhitungkan, justru itu rawan memicu iri dari pihak tertentu. Kita tidak pernah cari musuh, tapi kalau ada yang menganggap kita musuh, kita punya harga diri dan kehormatan yang harus dijaga secara ksatria,” tegasnya.

*Tegas Sikapi Gangguan*

Sementara itu, Kabid Humas Ikatan Arema NTT sekaligus Ketua DPD Komunitas Wartawan Indonesia NTT, Arifin, menyoroti risiko besar dalam kesenian Bantengan.

“Kesenian Bantengan ini berisiko tinggi, apalagi saat pemain kesurupan. Makanya kami siapkan pagar betis untuk mengamankan kalangan. Justru di momen krusial seperti ini, penonton harus kerja sama dengan tidak mendekat demi keselamatan bersama, bukan malah bikin kacau,” jelas Arifin.

Ia menegaskan, ke depan pihaknya tidak akan memberi toleransi. Setiap tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Tidak ada ruang untuk _Restorative Justice_.

“Kami tidak pernah cari masalah dengan siapa pun. Tapi kalau ada pihak yang sengaja mencari masalah, silakan. Semua tindakan pasti ada konsekuensinya,” pungkas Arifin.

 

ARIFIN

Editor : Yayuk

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru