Lapas Kelas I Madiun Perkuat Sinergi APH melalui Penggeledahan Kamar Hunian dan Tes Urine

Reporter : Redaksi

Beritainvestigasinews.id, Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun melaksanakan operasi penggeledahan kamar hunian secara gabungan bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kota Kediri, Kodim 0803/Madiun, dan Polres Madiun Kota, Rabu malam (16/9/2026). Kegiatan yang melibatkan Kalapas, pejabat struktural, dan jajaran pengamanan Lapas Kelas I Madiun tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah penyalahgunaan serta peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan apel dan pengarahan kepada seluruh personel yang terlibat sebelum dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian warga binaan. Tim gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian dan barang-barang yang berada di dalamnya. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sinergis dengan melibatkan unsur pemasyarakatan dan aparat penegak hukum guna memastikan pengawasan berjalan optimal.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian, di antaranya korek api dan senjata tajam (sajam) rakitan. Seluruh barang temuan tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Temuan ini menjadi bagian dari deteksi dini sekaligus bahan evaluasi untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Setelah penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap warga binaan dan petugas Lapas Kelas I Madiun. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah deteksi dini untuk memastikan lingkungan Lapas tetap terbebas dari penyalahgunaan narkotika serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.

Kalapas Kelas I Madiun Fajar Nur Cahyono menyampaikan bahwa operasi gabungan merupakan bentuk keseriusan Lapas dalam memperkuat pengawasan sekaligus membangun sinergi dengan instansi terkait.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret kami dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan, khususnya terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Sinergi dengan BNNK, TNI, dan Polri sangat penting untuk memastikan pengawasan di Lapas berjalan secara optimal. Kami berkomitmen menjaga Lapas Kelas I Madiun tetap aman, tertib, dan bebas dari narkotika,” ujar Fajar.

Sementara itu, Mubarak dari BNNK Kota Kediri menyampaikan bahwa keterlibatan BNNK dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Melalui penggeledahan dan pemeriksaan urine, kita dapat bersama-sama memperkuat pengawasan serta membangun lingkungan pemasyarakatan yang semakin bersih dari narkotika,” ungkap Mubarak.

Pelaksanaan operasi gabungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, khususnya poin pelaksanaan operasi gabungan pada satuan kerja pemasyarakatan dengan melibatkan BNNK, Kepolisian, Brimob, dan Kodim. Arahan tersebut juga menekankan pentingnya pelaksanaan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika serta penyampaian hasil kegiatan kepada media sebagai bagian dari keterbukaan informasi.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, serta mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan secara optimal.

 

Red 

Editor : Nugik Ramadhan

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru