Beritainvestigasinews.id, Surabaya, - Caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil 4, Bapak Sukadar, S.H., menyapa warga RT 05 / RW 05 Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Calon wakil rakyat tersebut juga mengadakan edukasi sosialisasi dan simulasi tata cara pencoblosan surat suara Pemilu Tahun 2024.
Sekira pukul 19.00 Wib, warga yang hadir sangat antusias menyimak paparan dari anggota DPRD Dapil 4 Kota Surabaya, merasa senang dan bangga dengan respons masyarakat yang cukup antusias. Dia juga berharap langkah kecil yang dilakukannya bisa membawa manfaat yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. Selasa, 06/02/2024.
Caleg DPR RI Dapil 4 Surabaya Sukadar, S.H., menjelaskan kepada warga RT 05 Kelurahan Banyu Urip Surabaya, yang rata-rata ibu - ibu mengenai jumlah surat suara dan warnanya. Untuk memastikan warga mengerti dan tidak salah pilih. Tapi ada satu hal yang perlu saya sampaikan bahwa saya ingin warga RT 5 RW 5 Kelurahan Banyu Urip, jangan sampai posisi jenengan itu selalu dipakai objek politik lima tahunan.
"Ketika pada saat masuk tahun kampanye apalagi sudah mendekati pemilihan umum yang pasti banyak calon legislatif itu datang ke rumahnya masing -masing. Hanya butuh dukungan tapi setelah didukung ternyata banyak yang lalang banyak yang lupa ketika butuh masyarakatnya. Karena posisinya saat ini tahun politik saya tidak mau posisi njenengan itu selalu dipakai objek politik lima tahunan,"kata Sukadar.

Caleg DPRD Dapil 4 Kota Surabaya Sukadar mengatakan, partai politik bapak ibu sebelum memilih itu sudah ada harapan dulu mau data TPS kalau yang memilih saya pilih yang akan mewakili suara saya, bisa menghubungkan antara kebijakan pemerintah dengan kepentingan masyarakat yang di bawah.
"Harapan saya masyarakat yang ada di RT 5 RW 5 Kelurahan Banyu Urip, ini jangan sampai posisi kita ketika memilih hanya di ganti atau dibeli dengan uang receh (red) tadi saya disampaikan bahwa posisinya terkait kebijakan pemerintah yang ada di DPR RI yang ada di pusat,"pesan Sukadar.
Lanjut, yang pasti di wilayah RT 5 ini sebagian sudah pernah merasakan manfaat program Indonesia Pinta tidak mungkin program Indonesia Pintar itu bisa datang sendiri ke Surabaya, kalau tidak ada yang bawa secara otomatis. Dan saya pingin Bapak ibu - ibu sekalian kita harus mengetahui dulu siapa yang membawa program itu.
Baca Juga: Kapolrestabes Surabaya Bersama KPU Surabaya Gelar Simulasi Pilkada Serentak 2024
"Juga siapa yang bisa mengambil kebijakan pemerintah yang namanya program Indonesia Pintar yang ada di pusat sampai datang ke Surabaya, terus didistribusikan semuanya kalau tidak punya akses yang bisa menghubungkan antara kepentingan masyarakat dengan kebijakan pemerintah,"jelasnya.
Ia juga menyampaikan ternyata para anak didik kita para cucu kita para keponakan kita juga ada yang menikmati manfaat program Indonesia Pintar, itu tidak serta mentah ada tapi Bapak - ibu kami harus membangun akses dulu kami harus membangun sebuah perwakilan kita dulu dan kita dudukan di dalam komisi 10 kenapa kondisi pendidikan salah satunya beda dari pendidikan di samping ada kesehatan ada olahraga ada pariwisata di sana.
"Kondisi pendidikan ada di komisi 10 inilah posisi yang ada di DPR RI komisi 10 yang menganggarkan terkait dengan bantuan pendidikan satu kip dua HP kalau kip itu kartu Indonesia pintar itu bisa diusulkan lewat birokrasi beda dengan PB kenapa, saya katakan jalurnya lewat demokrasi karena posisi yang bisa menghasilkan dari sekolah ke dinas - dinas kementerian ini jalurnya,"ungkapnya.
Sukadar menambahkan, sambil memegang surat suara untuk simulasi, Caleg DPRD Kota Surabaya, ini memberi tebakan kepada warga RT 05 Banyu Urip Kidul, untuk memastikan mereka sudah hafal di luar kepala. Dalam sosialisasi pencoblosan, kami mengedukasi masyarakat untuk memudahkan mereka memilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Baca Juga: Polres Gresik Siagakan Personel 24 Jam Untuk Pengamanan Percetakan Surat Suara Pemilu 2024
"Posisinya persis pojok kanan, bawah nomer urut 1. Jangan lupa, yang dicoblos di surat suara DPR RI, pojok kanan bawah. Ada nama Sukadar, S.H., nomer urut 1," pungkasnya.
Penulis : Samsul A.
Editor : Redaktur