Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, - Meyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1946 yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2024, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menggelar persembahyangan bersama di Pura Padmasari Lapas Kerobokan, Minggu (10/3/2024).
Hari Raya Nyepi memiliki filosofi dimana umat Hindu akan berdiam didalam rumah untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa. Terdapat Catur Brata Penyepian yang wajib dijalankan yakni; Amati Geni (dilarang menyalakan api/lampu), Amati Karya (dilarang berkegiatan fisik/kerja), Amati Lelungan (dilarang berpergian keluar rumah), dan Amati Lelanguan (dilarang melakukan hiburan/rekreasi).
Baca Juga: Sidang TPP Lapas Kerobokan, Upaya Persiapkan Napi Kembali ke Masyarakat
Rangkaian persembahyangan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi ialah prosesi Mecaru (Bhuta Yadnya) yang dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan atau yang dikenal dengan "Tri Hita Karana".
[caption id="attachment_37595" align="aligncenter" width="1218"]
||Foto: Prosesi menyambut hari raya Nyepi tahun baru çaka 1946, Tahun 2024, warga binaan mendapatkan hak haknya untuk menjalankan ibadah sesuai agama yang di anut, bertepatan hari ini, khususnya hari bagi warga binaan umat Hindu.[/caption]
Baca Juga: Gandeng Diskes Badung, Lapas Kerobokan Gelar Skrining HIV Bagi Warga Binaan
Kepala Lapas Kerobokan, RM Kristyo Nugroho berpesan agar momen Hari Raya Nyepi dijadikan sebagai ajang introspeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kami bersama jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Mari maknai Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh. Jadikan momen ini untuk mengevaluasi diri, kemudian kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan tetap jaga kondusifitas didalam Lapas”, pesan Kalapas.
Baca Juga: Sukses Pulihkan Ketergantungan Narkotika, Program Rehabilitasi Sosial Lapas Kerobokan Resmi Ditutup
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali