Lapas Kerobokan Gelar Upacara Piodolan Ring Pura Padmasari

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan atau Lapas Kerobokan menggelar upacara Piodalan di Pura Padmasari, gelaran tersebut bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kedasa, Minggu (24/3/2024).

Upacara Piodolan ini dipimpin atau dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Keniten dari Griya Beraban. Turut hadir secara langsung Kepala Lapas Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Hj. Een Kristyo.

Baca Juga: Sidang TPP Lapas Kerobokan, Upaya Persiapkan Napi Kembali ke Masyarakat

[caption id="attachment_39052" align="aligncenter" width="720"] ||FOTO: Petugas Lapas Kerobokan dan segenap warga binaan yang beragama Hindu melaksanakan persembhyangan bersama di Pura Padmasari.[/caption]

Mengawali pembukaan upacara tersebut menampilkan tari Topeng dan tari Rejang Renteng, lalu dilakukan ritual pembersihan seluruh ruangan dan areal kantor, kemudian dilanjutkan dengan upacara Mecaru yang bertujuan untuk meciptakan kestabilan antara Skala (alam nyata) dan Niskala (alam tidak nyata).

Dalam rangkaian upacara Piodalan ini juga digelar acara pembersihan diri atau biasa disebut dengan “Pemelukatan” kepada Kalapas dan Ketua DWP, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang diikuti oleh seluruh petugas dan warga binaan yang beragama Hindu.

Baca Juga: Gandeng Diskes Badung, Lapas Kerobokan Gelar Skrining HIV Bagi Warga Binaan

Dalam sambutannya, Kalapas Kerobokan menyampaikan bahwa Piodalan merupakan hari peringatan berdirinya sebuah bangunan suci atau Pura, yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali setiap tahun sekali. Tujuan upacara ini adalah untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dan sejahtera lahir batin dalam masyarakat, serta sebagai wujud syukur kehadirat Tuhan YME atas segala berkah dan karunia yang telah diberikan kepada kita.

[caption id="attachment_39054" align="aligncenter" width="720"] ||FOTO: Seusainya Upacara Piodolan di Pura Padmasari, seluruh petugas yang beragama Hindu berfoto bersama Kalapas Kerobokan RM. Kristyo Nugroho dengan Ketua DWP Ny. Hj. Een Kristyo.[/caption]

“Semoga dengan digelarnya ucara piodalan ini menjadi perekat dan pemersatu antara pembina dengan warga binaan, sekaligus menjadi momentum untuk kita saling bahu-membahu dalam berbuat kebaikan dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi”, ucap Kalapas.

Baca Juga: Sukses Pulihkan Ketergantungan Narkotika, Program Rehabilitasi Sosial Lapas Kerobokan Resmi Ditutup

Kegiatan piodalan diakhiri dengan upacara penyineban atau penutupan karya piodalan.

(JULIESPASH)

Berita Terbaru