Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, - Dalam rangka menyemarakan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 60 yang mengusung tema "BANGGA MENGGUNAKAN PRODUK DALAM LAPAS", Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan turut menggelar dan menjual produk-produk yang merupakan hasil karya narapidana, Minggu (21/4/2024). Produk yang dibuat berupa: kerajinan perak, kaos sablon, lukisan, dupa, sandal, kerajinan koran, hingga produk olahan makanan dan minuman.
Salah satu produk yang laku dipasarkan adalah kerajinan berbahan koran. Dari koran bekas yang tadinya dianggap sebagai limbah, para narapidana berhasil membuat berbagai produk kreatif seperti: tas, dompet, hingga pernak-pernik lainnya. Tak kalah menarik, kerajinan dari perak juga mampu dibuat secara detail dan indah, ini merupakan karya seni yang memerlukan keahlian tinggi sehingga menjadi daya tarik tersendiri.
Baca Juga: Sidang TPP Lapas Kerobokan, Upaya Persiapkan Napi Kembali ke Masyarakat
[caption id="attachment_42282" align="aligncenter" width="720"]
||FOTO: Semua gambar gambar diatas adalah berbagai macam produk hasil karya warga binaan diboyong oleh masyarakat luar alias laku dibeli.[/caption]
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan impelementasi dari pembinaan kemandirian sebagai upaya rehabilitasi dan reintegrasi bagi narapidana sebelum mereka kembali ke masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa ternyata narapidana pun juga bisa berkarya dan melakukan kegiatan yang positif di dalam Lapas.
Baca Juga: Gandeng Diskes Badung, Lapas Kerobokan Gelar Skrining HIV Bagi Warga Binaan
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sekedar ajang promosi, tetapi mampu mengajak masyarakat untuk mau membeli produk Lapas sekaligus melihat potensi yang dimiliki para narapidana dalam menghasilkan sebuah karya, agar nantinya mereka dapat memulai kehidupan baru setelah selesai menjalani pidana," ujarnya.
[caption id="attachment_42283" align="aligncenter" width="720"]
||FOTO: Kalapas Kerobokan RM. Kristyo Nugroho, menjelaskan bahwasanya mereka mereka itu (warga binaan, red) hanyalah tersesat di jalan tidak benar, berikan waktu untuk mereka berobat menuju jalan yang benar. Karya karya mereka tak kalah dengan produk produk yang ada diluar sana, kata Kalapas menambahkan.[/caption]
"MEREKA BUKAN PENJAHAT TAPI HANYA TERSESAT, BERIKAN WAKTU UNTUK BERTOBAT, AGAR MENJADI MANUSIA YANG BERMARTABAT"
Baca Juga: Sukses Pulihkan Ketergantungan Narkotika, Program Rehabilitasi Sosial Lapas Kerobokan Resmi Ditutup
Ruang dan lingkup serta waktu yang terbatas, tapi tidak terkungkungnya semangat kami selaku warga binaan terbatasi berinovatif dan kreatifitas untuk berkarya, kami juga bisa, raga terbatas ruang gerak, namun jiwa kami menjamah karya-karya, ungkap warga binaan yang enggan disebutkan namanya.
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali

