Beritainvestigasinews.id, DENPASAR, BALI, - Menyambut Hari Pengayoman ke-79, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Bali menggelar Pameran Karya Warga Binaan, di Mall Living World.
Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 3 sampai 4 Agustus 2024, dengan tema "Bangga Memakai Produk Hasil Karya Warga Binaan".
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
[caption id="attachment_54985" align="aligncenter" width="1080"]
●●●> FOTO: Bermacam corak dan jenis hasil karya narapidana yang dipamerkan Lapas Kerobokan.[/caption]
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan berkesempatan untuk memamerkan hasil karya narapidana pada salah satu Mall terbesar yang ada di Pulau Bali.
Kepala Lapas Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun Kementerian Hukum dan HAM RI ke-79. "Hasil karya narapidana yang kami pamerkan berupa : kerajinan perak, kerajinan berbahan koran, kaos sablon, sandal dan dupa", jelas Kalapas.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui produk-produk yang telah dihasilkan oleh narapidana. Hasil karya yang dipamerkan ini merupakan wujud program pembinaan kemandirian yang diselenggarakan oleh Lapas Kerobokan. Ini satu bukti bahwa meskipun mereka sedang menjalani pidana, namun tidak menutup kreativitas untuk berkarya dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi", tutup Kalapas.
[caption id="attachment_54986" align="aligncenter" width="1080"]
●●●> FOTO: Kemenkumham Bali PASTI BerAkhlak.[/caption]
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu sangat mengapresiasi dan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun Kementerian Hukum dan HAM RI ke-79, sekaligus untuk menampilkan produk-produk hasil karya narapidana di UPT Pemasyarakatan se Pulau Bali.
"Program pembinaan yang diselenggarakan di Lapas Kerobokan bertujuan untuk membentuk narapidana menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindakan pidana, sehingga dapat kembali diterima oleh masyarakat serta dapat berperan aktif dalam pembangunan.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali