[caption id="attachment_60913" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Jro Mangku I Wayan Sumekerta memuput/memimpin persembahyangan bersama Rahina Purnama Sasih Ketiga di Pura Padmasari Lapas Kerobokan. Sumber: Lapas Kerobokan.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Kerobokan, Bali, – Sebagai implementasi pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan menggelar Persembahyangan Bersama bagi Petugas dan WBP yang beragama Hindu. Persembahyangan ini bertepatan dengan Purnama Sasih Ketiga dan bertempat di Pura Padmasari Lapas Kerobokan.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Persembahyangan dipimpin langsung oleh Pemuka Agama Hindu, I Wayan Sumakerta yang merupakan petugas Lapas Kelas IIA Kerobokan sekaligus Pemangku. Purnama Sasih Ketiga merupakan momentum yang dirayakan dengan tujuan untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai dewa kecemerlangan, yakni Sang Hyang Candra dan Sang Hyang Ketu memohon cahaya suci, kesempurnaan, berkah, dan karunia.
Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menjelaskan, Persembahyangan Bersama ini merupakan implementasi dari pembinaan kepribadian yang diberikan Lapas Kerobokan kepada warga binaan yang beragama Hindu.
[caption id="attachment_60914" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Warga binaan yang beragama Hindu bersama sama dengan petugas yang beragama Hindu melaksanakan sembahyang bersama.[/caption]
“Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi momen untuk merenung, memohon ampunan, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan," ujar Kalapas.
"Selain itu, pembinaan kepribadian bagi warga binaan ini diharapkan dapat membentuk watak dan mental yang baru bagi warga binaan agar menjadi manusia yang lebih baik dan bertanggung jawab serta untuk menghindari melakukan kesalahan lagi dimasa yang akan datang”, tambah Kalapas.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu, menjelaskan pembinaan kepribadian merupakan upaya penting untuk mengubah watak dan mental warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Melalui pembinaan kepribadian, warga binaan diberikan kesempatan untuk merenung, memperbaiki perilaku, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Semua ini bertujuan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang positif setelah menjalani masa pidana”, terang Kakanwil.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali