Beritainvestigasinews.id. Sulut,- Menanggapi pemberitaan terkait dugaan pemecatan sepihak terhadap sejumlah karyawan outsourcing cleaning service di Rumah Sakit Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Rizha selaku manajer perusahaan PT. Berkah Mutiara Indah (cleaning service) memberikan klarifikasinya kepada media.
Menurut Rizha, total karyawan yang dikelola perusahaannya berjumlah 140 orang. Namun, pihak rumah sakit hanya menyediakan kuota terbatas yang tidak memungkinkan untuk menyerap seluruh tenaga kerja tersebut.
Baca Juga: RSUP Kandou Gelar Webinar Tatalaksana Kanker Pada Anak
“Saya masih mempekerjakan karyawan yang sudah berusia di atas 50 tahun, yang hanya tamatan SMP bahkan ada yang tidak memiliki ijazah sama sekali. Itu kami lakukan karena alasan kemanusiaan,” jelas Rizha. Ia pun menegaskan bahwa tidak ada perusahaan lain di Sulawesi Utara yang masih mempekerjakan cleaning service dengan kondisi seperti itu selain perusahaannya.
Rizha membantah keras tudingan adanya pemecatan sepihak terhadap para pekerja. “Tidak benar ada pemecatan sepihak. Kami mengikuti prosedur sesuai perjanjian kerja dan kebutuhan lapangan,” tegasnya.
Terkait isu skorsing yang melibatkan karyawan bernama Merny Assa, Rizha menjelaskan bahwa Merny adalah ipar dari Michael Lintang, seseorang yang mengaku sebagai oknum wartawan. Merny sebelumnya mencairkan BPJS-nya secara pribadi dan kemudian mengklaim bahwa perusahaan tidak membayarkan iuran BPJS miliknya.
“Kalau satu iuran BPJS belum terbayar, maka sistem BPJS akan menahan pembayaran secara kolektif. Jadi bukan berarti kami tidak membayarkan, tetapi ada kendala teknis dari sistem pihak BPJS, bukan dari perusahan kami,” ungkap Rizha.
Lebih lanjut, Rizha mengaku bahwa Michael Lintang sempat datang meminta konfirmasi dan juga atensi. “Hari itu juga saya memberikan uang sebesar satu juta rupiah sebagai bentuk atensi. Namun, keesokan harinya dia kembali meminta uang lagi dengan alasan kedukaan. Saya sampaikan dengan sopan bahwa saya tidak punya uang,” tutur Rizha.
Dengan klarifikasi ini, Rizha berharap masyarakat tidak salah paham dan melihat persoalan ini secara proporsional berdasarkan fakta yang ada.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo