Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, meresmikan Purna Pugar Vihara Dhammadipa yang berlokasi di Kota Manado, Minggu (8/06/2025).
Dalam peresmian tersebut, Gubernur turut didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Anik Fitri Wandriani.
Baca Juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah kehidupan umat beragama di Sulawesi Utara.
Ia menyampaikan harapan agar umat Buddha terus bertumbuh dalam keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Saya terus berusaha hadir di tengah umat beragama di Sulawesi Utara,” ungkap Gubernur. “Kita bersyukur dengan segala perjuangan sehingga rumah ibadah ini bisa bertumbuh bersama rumah ibadah lainnya.”
Baca Juga: MBG Mandek di Manado, Ribuan Siswa Tak Terima Makanan Bergizi: Ke Mana Aliran Anggarannya?
Ia juga menyoroti tingginya semangat toleransi di Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado, sebagai contoh keharmonisan antarumat beragama. “Belum lama ini saya juga meresmikan 108 patung Ruppang Buddha di Minahasa Utara. Lokasi itu kini menjadi destinasi wisata religi,” jelasnya.
Gubernur meyakini bahwa kerja keras umat Buddha di Kota Manado akan terus memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi. “Tentunya iman umat Buddha akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian, Virya Mongkau, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran langsung Gubernur dalam peresmian tersebut. Ia berharap momentum ini dapat mendorong umat Buddha untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan.
“Janji beliau untuk hadir ditepati, dan ini momen pertama kali seorang Gubernur datang ke tempat ini,” ujarnya. “Semoga umat semakin rajin datang ke Vihara dan mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi berkat bagi umat lainnya.”
Peresmian ini menjadi simbol kuatnya dukungan pemerintah terhadap kebebasan beragama dan toleransi di Sulawesi Utara, serta upaya nyata dalam mempererat hubungan antarumat beragama.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo