BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, Kepala SMA Negeri 9 Manado, Hendra Massie, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk peserta didik yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi bersama orang tua siswa kelas X yang berlangsung pada Senin (6/7/2026).
Dalam arahannya, Hendra Massie menekankan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Karena itu, seluruh siswa diwajibkan mematuhi tata tertib sekolah, mulai dari penggunaan seragam hingga penampilan yang rapi.
Baca Juga: Femmy Suluh Tegaskan Tak Ada Paksaan Pembelian Seragam di SMA, SMK, dan SLB Sulut
Untuk siswi, panjang rok ditetapkan minimal 5 sentimeter di bawah lutut, sedangkan siswa putra tidak diperkenankan berambut panjang. Selain itu, penggunaan seragam putih-abu-abu dengan atribut lengkap serta sepatu hitam menjadi aturan yang wajib dipatuhi seluruh peserta didik.
"Ini sekolah, bukan tempat penitipan anak. Tanggung jawab pendidikan bukan hanya berada di pundak guru, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, termasuk orang tua," tegas Hendra di hadapan para wali murid.
Ia berharap orang tua turut berperan aktif mengawasi serta membimbing anak-anak mereka di rumah agar tetap menjaga disiplin, sopan santun, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya menyoroti aspek kedisiplinan, Hendra juga mengajak para orang tua untuk bersama-sama membangun karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki kepedulian, integritas, dan semangat memberi manfaat bagi sesama.
"Jangan hanya mengharapkan apa yang negara atau orang tua berikan, tetapi tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa kau berikan," pesannya sebagai motivasi bagi para siswa.
Di bidang prestasi, Hendra mengungkapkan bahwa SMAN 9 Manado terus berkomitmen mempertahankan reputasinya sebagai sekolah yang melahirkan siswa-siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Berbagai capaian di cabang olahraga, termasuk karate, menjadi bukti pembinaan yang terus dilakukan sekolah. Sementara itu, siswa kelas XII juga dipersiapkan secara maksimal menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga mengingatkan mengenai larangan penggunaan telepon genggam selama jam pelajaran berlangsung guna menjaga fokus belajar siswa. Ia turut menegaskan bahwa pengelolaan Dana BOS dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: AGIS Sulut Soroti SPMB Manado 2026, Verifikasi Berlapis Dinilai Membebani Orang Tua
Menutup arahannya, Hendra Massie menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara guru, orang tua, dan peserta didik.
"Kesuksesan anak adalah buah dari kolaborasi kita semua. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, maka akan lahir generasi yang disiplin, berkarakter, dan mampu mengukir prestasi yang membanggakan," pungkasnya.
Editor : Romeo