Beritainvestigasinews.id. Sulut,- Pemerintah Kota Bitung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai spiritualitas dan toleransi di lingkungan birokrasi. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Musholla dan Rumah Ibadah Oikumene di kompleks Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung, Rabu (11/6/2025), oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE.
Fasilitas ibadah lintas agama ini dibangun sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan rohani para pegawai Kejari "baik yang beragama Islam maupun Nasrani" dalam satu lingkungan yang inklusif dan bermartabat. Proyek ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Bitung, dengan nilai kontrak sebesar Rp955 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Bitung. Pelaksana proyek adalah PT Putra Mandiri, dengan target penyelesaian 150 hari kalender.
Kepala Kejari Bitung, Dr. Yadyn Palembang, menyampaikan apresiasinya atas pembangunan ini yang dinilainya sebagai langkah maju dalam menciptakan ruang kerja yang humanis dan menghormati keragaman.
“Selama ini fasilitas ibadah masih jauh dari kata layak. Musholla berada di dekat toilet, dan rekan-rekan Nasrani terpaksa beribadah di aula. Kini, kami bersyukur akan memiliki tempat ibadah yang representatif. Ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol penghargaan terhadap keberagaman dan spiritualitas ASN,” ujar Yadyn.
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan proyek secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar menjawab kebutuhan fisik, tetapi mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
“Tempat ibadah yang layak akan menjadi sumber energi moral dan spiritual bagi para penegak hukum. Ini adalah investasi untuk memperkuat semangat pengabdian, integritas, dan kebersamaan ASN. Fasilitas ini terbuka bagi semua pegawai tanpa membedakan latar belakang agama,” ungkap Hengky.
Ia berharap pembangunan ini menjadi role model nasional dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara mental, spiritual, dan sosial di institusi pemerintahan.
Acara peletakan batu pertama dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Bitung, jajaran Kejari Bitung, tokoh lintas agama, serta perwakilan instansi vertikal. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membangun fondasi nilai kemanusiaan di lingkungan birokrasi.
Pembangunan rumah ibadah lintas agama di lembaga hukum seperti Kejaksaan merupakan terobosan penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan keadilan sosial di tengah birokrasi modern. Semangat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Baca Juga: ASN Tersangka Dugaan Penganiayaan Belum Dinonaktifkan, Netralitas BKD dan Dinkes Bitung Disorot
Editor : Kaperwil Sulut Romeo