Aksi Kader Banser Kraksaan: “Kami Hanya Minta Kejelasan”

avatar Redaksi

Beritainvestigasinews.id, Probolinggo Kraksaan - Situasi internal Barisan Ansor Serbaguna (Banser) GP Ansor Cabang Kraksaan memanas setelah muncul dugaan adanya penyusunan kepengurusan Banser yang dilakukan tanpa mekanisme musyawarah organisasi.

Koordinator aksi, Siswanto, menyebut langkah tersebut memicu keresahan di kalangan kader karena dinilai tidak melalui rapat, koordinasi, maupun forum organisasi sebagaimana prinsip kolektif yang selama ini dijunjung.

Menurut Siswanto, penyusunan kepengurusan Banser diduga tidak melalui mekanisme organisasi yang semestinya.

Hal ini dikaitkan dengan ketentuan:

Pasal 68 ayat (1) dan (2) tentang musyawarah/mufakat dalam pengambilan keputusan organisasi

Pasal 29 ayat (1) dan (2) yang menegaskan Banser sebagai perangkat organisasi berjenjang

Pasal 55–57 serta Pasal 66 ayat (3) dan (4) tentang forum permusyawaratan dan rapat organisasi sebagai dasar sah keputusan

“Kami melihat ada proses yang tidak ditempuh sesuai mekanisme organisasi,” ujarnya.

Terkait pernyataan Ketua PC GP Ansor Kraksaan yang menyebut akan melaporkan adanya “aktor intelektual” dalam kedatangan Banser ke rumahnya, Koordinator aksi Siswanto memberikan klarifikasi tegas bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komunikasi organisasi yang dilakukan secara santun dan beradab.

“Kami datang baik-baik, tidak ada tindakan anarkis, tidak ada perusakan, dan tidak ada unsur intimidasi. Semua dilakukan secara terbuka dan tetap menjaga etika organisasi,” ujar Siswanto.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan tersebut dilatarbelakangi oleh sulitnya akses komunikasi dengan Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abdur Rahman, serta adanya saling lempar tanggung jawab dengan Kasatkorcab Adi dalam penyelesaian persoalan internal organisasi.

“Selama ini ruang komunikasi sangat tertutup. Ada kesan saling lempar tanggung jawab sehingga kami memilih datang langsung untuk meminta kejelasan,” tambahnya.

Siswanto juga menegaskan bahwa selama berada di lokasi, seluruh kader tetap menjaga sikap dan adab organisasi. Bahkan, para kader sempat melaksanakan sholat berjamaah di musholla yang berada tepat di depan rumah Ketua PC GP Ansor Kraksaan.

“Bahkan kami sholat berjamaah di musholla yang berada di depan rumah beliau. Kebetulan yang keluar adalah orang tua dari saudara Rahman. Itu menunjukkan bahwa suasana tetap kondusif dan penuh penghormatan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dalam kondisi sadar, terkendali, dan tidak keluar dari nilai-nilai organisasi.

“Kami masih dalam kondisi sadar dan tetap menjaga marwah organisasi. Tidak ada tindakan yang melanggar etika maupun aturan,” tegas Siswanto

Siswanto menegaskan bahwa langkah yang dilakukan kader semata-mata untuk meminta kejelasan, bukan untuk memperkeruh situasi.

“Ini soal organisasi, bukan kepentingan pribadi. Kami hanya ingin semuanya kembali pada aturan,” pungkasnya.

Berita Terbaru