Misteri Pambout Kandas di Sitaro: Satu ABK Tewas, Muatan Diduga Sianida Gegerkan Warga Balirangen

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sitaro,- Warga Kampung Balirangen, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, digegerkan dengan penemuan sebuah perahu jenis pambout yang kandas di depan kampung, tepatnya di sekitar kawasan Patung “Tuhan Memberkati”, Selasa dini hari (19/5/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

Perahu tersebut diketahui berlayar dari Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan tujuan Kota Manado. Namun perjalanan itu berakhir misterius setelah mesin perahu diduga mati saat melintasi perairan Balirangen hingga akhirnya hanyut dan kandas di bibir pantai.

Baca Juga: Dua Pelaku Penikaman Sopir Mikro di Pasar 45 Serahkan Diri, Polisi Dalami Kronologi yang Berujung Maut

Saat pertama ditemukan warga, kondisi di dalam perahu membuat geger masyarakat. Empat anak buah kapal (ABK) berada di atas pambout tersebut. Satu orang ditemukan sudah tidak bernyawa, dua lainnya berhasil diamankan warga bersama aparat, sementara satu ABK lainnya dilaporkan melarikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian.

Warga bersama aparat setempat langsung melakukan evakuasi sejak subuh. Jenazah korban kemudian dibawa untuk penanganan lebih lanjut, sementara dua ABK yang selamat langsung dimintai keterangan oleh aparat gabungan.

Namun fakta yang terungkap di lokasi justru menambah tanda tanya besar. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat menemukan sejumlah bahan kimia yang diduga kuat merupakan sianida di dalam perahu, bercampur dengan berbagai muatan lainnya.

Baca Juga: Judi Sabung Ayam Piso di Puncak Minanga Kembali Viral, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan

Penemuan bahan kimia berbahaya tersebut sontak memicu kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, sianida dikenal sebagai zat beracun yang kerap dikaitkan dengan aktivitas pertambangan emas ilegal dan memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia maupun lingkungan.

Hingga kini, penyebab pasti kematian salah satu ABK masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aparat gabungan TNI dan Polres Kepulauan Sitaro. Sementara identitas pemilik pambout maupun tujuan sebenarnya pengangkutan bahan kimia tersebut juga masih menjadi misteri.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

Kasus ini pun menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan masyarakat Sulawesi Utara. Publik mendesak adanya pengusutan menyeluruh terkait asal-usul muatan diduga sianida tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan distribusi bahan kimia berbahaya yang beroperasi melalui jalur laut di wilayah perairan Sulut.

Jika benar bahan tersebut merupakan sianida ilegal, maka kejadian ini dinilai bukan sekadar insiden kapal kandas biasa, melainkan alarm keras bagi lemahnya pengawasan lalu lintas bahan berbahaya di perairan daerah kepulauan.

Berita Terbaru