Skandal Solar Subsidi di Mitra: SPBU Tababo, Armada Modifikasi, dan Diamnya Aparat Jadi Sorotan

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Mitra,- Aroma dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Minahasa Tenggara kembali menyeruak dan memantik kemarahan publik. Nama Alfa Tora, yang disebut-sebut warga sebagai “Raja Mafia Solar”, kini menjadi sorotan tajam setelah diduga menjadikan SPBU Tababo sebagai pusat aktivitas distribusi ilegal solar subsidi.

Kasus ini bukan lagi sekadar bisik-bisik warga. Sorotan publik mengarah kuat karena SPBU Tababo diketahui merupakan milik Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli. Situasi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: apakah praktik tersebut berlangsung tanpa pengawasan, atau justru ada pembiaran yang sengaja dilakukan?

Baca Juga: Judi Sabung Ayam Piso di Puncak Minanga Kembali Viral, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan

Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keterangan sejumlah sumber, Alfa Tora diduga mengoperasikan armada khusus yang telah dimodifikasi untuk menyedot solar subsidi dalam jumlah besar. Sedikitnya terdapat:

- 3 unit truk modifikasi berkapasitas besar,

- 3 unit mobil Isuzu Panther dengan tangki tambahan atau “tangki monster” yang diduga mampu menampung ribuan liter solar sekali jalan.

Armada tersebut disebut bebas keluar masuk SPBU Tababo hampir setiap hari tanpa hambatan berarti. Aktivitas yang berlangsung terang-terangan itu dinilai mencederai hak masyarakat kecil yang selama ini justru kerap kesulitan mendapatkan solar subsidi.

Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Kondisi itu memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Bahkan, sebagian warga mulai menyematkan julukan “anak kesayangan” kepada Alfa Tora karena dinilai seolah kebal hukum dan tak tersentuh proses penindakan.

Baca Juga: Usai Temuan BPK dan Sorotan Dana BOSP, Kini Dugaan Pungutan PKL di SMKN 6 Manado Jadi Perhatian Publik

“Kalau memang tidak ada main mata, kenapa sampai sekarang belum ada penangkapan? Tangki sebesar itu masa tidak terlihat?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sorotan tajam kini mengarah ke Polres Minahasa Tenggara yang dianggap gagal menunjukkan keseriusan dalam memberantas mafia BBM subsidi. Aktivis dan masyarakat pun mendesak adanya langkah konkret sebelum kepercayaan publik terhadap aparat semakin runtuh.

Desakan tersebut meliputi:

- Menangkap Alfa Tora dan menyita seluruh armada kendaraan yang diduga digunakan untuk praktik penyelewengan solar subsidi.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

- Memeriksa manajemen SPBU Tababo terkait dugaan keterlibatan atau pembiaran distribusi BBM ilegal.

- Menindak tegas oknum aparat yang diduga membekingi aktivitas tersebut apabila terbukti terlibat.

Publik kini menanti keberanian aparat penegak hukum untuk membongkar dugaan mafia solar hingga ke akar-akarnya. Sebab jika praktik ini terus dibiarkan, maka hukum di Minahasa Tenggara bukan hanya dianggap tumpul ke atas, tetapi juga kehilangan wibawa di hadapan rakyat

Berita Terbaru