Waspada Kejahatan Modus Kenalan Online, Pengawas Yayasan STIKES Sukma Wijaya Sampang Ingatkan Mahasiswa

avatar Taufik
Caption Foto: Gedung Kampus Stikes Sukma Wijaya Sampang
Caption Foto: Gedung Kampus Stikes Sukma Wijaya Sampang

Beritainvestigasinews.id || Sampang– Kasus pencurian dengan modus perkenalan melalui aplikasi daring kini mulai menyasar kalangan akademisi, salah satunya menimpa seorang mahasiswa di STIKES Sukma Wijaya Sampang yang kehilangan sepeda motor dan ponsel setelah bertemu dengan teman yang baru dikenalnya. Kamis (21/5/2026)

Insiden ini memicu respons cepat dari pihak kampus untuk memberikan peringatan keras kepada seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Sosial dan Pendidikan Ragapadmi tersebut agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia maya.

Baca Juga: Polres Bandara Berikan Imbauan Kamtibmas kepada Jemaat Gereja Ekklesia

​Pengawas Yayasan STIKES Sukma Wijaya Sampang, Rudi Setiadi, S.E., M.M., memberikan perhatian serius terhadap peristiwa ini dan segera mengeluarkan himbauan resmi agar seluruh mahasiswa tidak menjadi korban berikutnya.

Beliau menegaskan bahwa keamanan pribadi merupakan tanggung jawab utama, terutama saat berhadapan dengan orang asing yang ditemui melalui platform digital yang belum terverifikasi latar belakangnya.

​"Kami sangat menyayangkan musibah yang menimpa anak didik kami, di mana rasa percaya yang diberikan justru disalahgunakan oleh pelaku untuk membawa kabur aset berharga berupa kendaraan dan handphone milik mahasiswa saat mereka janjian bertemu," katanya.

​Rudi Setiadi menjelaskan bahwa tren kriminalitas saat ini semakin beragam, dan mahasiswa sebagai generasi yang aktif menggunakan teknologi digital seringkali menjadi target empuk pelaku kejahatan yang menyamar sebagai teman atau pasangan.

Ia meminta agar setiap mahasiswa yang berada di kampus Jalan Pliyang No. 26A ini tetap menjaga nalar kritis dan tidak mudah terbujuk rayu oleh orang yang baru dikenal dalam waktu singkat.

​"Saya menghimbau dengan sangat agar para mahasiswa jangan terlalu percaya atau memberikan akses fasilitas pribadi kepada teman maupun pasangan yang baru dikenal, demi menghindari potensi penipuan atau tindak pidana lainnya," ungkapnya.

​Lebih lanjut, pihak yayasan berencana untuk melakukan sosialisasi lebih masif di lingkungan kampus terkait literasi digital dan keamanan diri agar mahasiswa memiliki kewaspadaan yang lebih tinggi.

Upaya preventif ini dianggap mendesak mengingat pola perkenalan melalui aplikasi online seringkali membuat korban mengabaikan tanda-tanda bahaya karena terbuai oleh identitas palsu yang ditampilkan pelaku.

​Dalam penjelasannya, Rudi juga menyarankan agar mahasiswa selalu menginformasikan keberadaan mereka kepada rekan atau keluarga jika ingin bertemu dengan orang baru di luar jam perkuliahan.

Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan yang sering memanfaatkan kelengahan korban saat berada di lokasi yang sepi atau tanpa pengawasan orang terdekat.

​Sebagai penutup, seluruh civitas akademika STIKES Sukma Wijaya diharapkan dapat saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif di Kabupaten Sampang.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan aset dan keselamatan diri semakin meningkat di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.

Berita Terbaru