Wabup Mimik Dorong Penguatan Layanan Untuk Percepat UMKM Naik Kelas

avatar Yayuk

Beritainvestigasinews.id, Sidoarjo – Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan 
melalui program UMKM naik kelas. Hingga Juli 2026, sebanyak 2.121 UMKM berhasil naik kelas dari target 4.000 UMKM tahun ini. Untuk memastikan program tersebut 
berjalan optimal, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau pelayanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Mimik memastikan berbagai layanan bagi pelaku usaha mikro berjalan optimal. Mulai dari kemudahan pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga promosi produk melalui Galeri UMKM terus diperkuat sebagai upaya mendorong semakin banyak UMKM Sidoarjo naik kelas.

“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang 
mudah, cepat, dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha, 
hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Dengan begitu, semakin banyak UMKM yang naik kelas, produknya semakin berkualitas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Mimik.

Pada kesempatan tersebut, Mimik juga melihat langsung Galeri UMKM yang menjadi etalase berbagai produk unggulan hasil karya pelaku usaha mikro dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Beragam produk dipamerkan di galeri tersebut, mulai dari batik, 
pakaian bordir, sepatu, tas, hingga aneka makanan dan camilan khas Sidoarjo.

Menurutnya, keberadaan Galeri UMKM menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke 
Kabupaten Sidoarjo sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi pelaku UMKM.

“Kalau ada tamu yang datang ke Sidoarjo langsung saja ajak ke sini. Tamu dari dewan juga bisa diajak ke sini agar membeli produk UMKM Sidoarjo,” ucapnya.

Galeri UMKM menerapkan standar bagi setiap produk yang dipasarkan. Produk yang dititipkan wajib merupakan hasil produksi sendiri, bukan reseller, memiliki kemasan sesuai standar, serta dilengkapi legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal.

Khusus produk makanan beku (frozen food), pelaku usaha diwajibkan memiliki izin BPOM atau minimal sedang dalam proses pengurusan dengan syarat telah mengantongi sertifikat halal. Seluruh produk yang dipasarkan juga wajib merupakan hasil karya pelaku UMKM asal Kabupaten Sidoarjo.

Selain meninjau galeri, Mimik juga melihat pelayanan Klinik UMKM yang menjadi pusat konsultasi bagi para pelaku usaha mikro.

“Bukan hanya orang sakit saja yang ada kliniknya, tetapi UMKM yang ingin berkembang juga ada kliniknya. Pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan 
pengurusan legalitas usaha, mulai dari NIB, PIRT, sertifikasi halal hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku usaha agar mampu naik kelas melalui peningkatan legalitas usaha, perluasan pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kemudahan akses 
pembiayaan.

“Kami juga menyediakan berbagai pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha,” katanya.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku UMKM 
agar mampu memenuhi indikator UMKM naik kelas.

“Pelatihan ini tidak hanya menghadirkan narasumber internal, tetapi juga berkolaborasi 
dengan berbagai mitra, seperti platform e-commerce dan sektor swasta agar pelaku 
usaha mampu mengikuti perkembangan pasar digital,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, hingga Juli 2026 jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo mencapai 153.288 unit usaha.

Sepanjang 2021 hingga 2025 tercatat 21.275 UMKM berhasil naik kelas. Sementara pada tahun
2026, dari target 4.000 UMKM naik kelas, sebanyak 2.121 UMKM telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya.

 

YAYUK

Berita Terbaru