Keselamatan Warga Nomor Satu, Hengky Honandar Tegas Minta PT Futai Hentikan Operasional

avatar Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Bitung,- Pemerintah Kota Bitung kembali menunjukkan komitmennya dalam mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepentingan masyarakat. Di tengah memanasnya persoalan dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Futai, Wali Kota Bitung Hengky Honandar memastikan perlindungan terhadap warga menjadi prioritas utama pemerintah.

Sikap tegas tersebut telah ditunjukkan sejak pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), masyarakat Tanjung Merah, serta jajaran PT Futai di Merdeka Lounge Pemerintah Kota Bitung pada 8 Juli 2026. Dalam forum itu, Hengky Honandar secara terbuka meminta pihak perusahaan menghentikan seluruh aktivitas operasional hingga persoalan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat benar-benar terselesaikan.

Baca Juga: Kapolda Sulut Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Perkuat Soliditas Menuju Pelayanan Polri yang Presisi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bitung, Altin Tumengkol, menjelaskan bahwa permintaan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi kepentingan warga.

"Pak Wali Kota berkali-kali meminta PT Futai menghentikan operasional perusahaan selama masih ada dampak yang dirasakan masyarakat Tanjung Merah. Permintaan itu disampaikan sekitar enam hingga tujuh kali di hadapan Kapolres, Dandim, dan seluruh unsur Forkopimda sebagai bentuk ketegasan pemerintah," ujar Tumengkol.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PT Futai, Erwin Irawan, juga menyatakan kesediaan menghentikan aktivitas perusahaan sambil menunggu perkembangan dan penyelesaian persoalan yang ada.

Baca Juga: Waraney Tanah Toar Lumimuut Apresiasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80, Siap Perkuat Sinergi Jaga Sulawesi Utara

Namun, situasi kembali memanas setelah warga mengaku mendapati sebuah truk kontainer keluar dari kawasan perusahaan pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Kendaraan tersebut diduga mengangkut hasil produksi kertas bekas, sehingga memunculkan dugaan bahwa aktivitas operasional perusahaan masih berlangsung meski telah ada komitmen penghentian sementara.

Merasa kesepakatan tidak dijalankan sebagaimana mestinya, warga kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Ketegangan pun meningkat hingga dini hari Rabu (15/7/2026).

Mengantisipasi situasi agar tidak berkembang lebih jauh, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka bersama Kapolres Bitung turun langsung ke lokasi pada dini hari untuk menenangkan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Baca Juga: “Jangan Korbankan Lingkungan Demi Investasi” Warga Bitung Desak PT Futai Ditutup

Tidak berhenti sampai di situ, pada pagi harinya Wali Kota Hengky Honandar segera memerintahkan rapat bersama instansi terkait guna mengevaluasi perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan terhadap dugaan pelanggaran komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Langkah cepat dan responsif Pemerintah Kota Bitung ini menjadi bukti bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah menegaskan bahwa setiap aktivitas industri harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang bersih, sehat, dan aman.

Berita Terbaru