BERITAINVESTIGASINEWS.ID || Sampang – Ribuan umat Islam memadati kediaman Bun Wid di Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, untuk mengikuti kegiatan Subuh Berjamaah dan Kuliah Subuh yang menghadirkan penceramah nasional, Ustaz Prof. Dr. KH. Abdul Somad Batubara. Sabtu (1/8/2026) dini hari.
Diperkirakan sekitar 2.000 jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sampang maupun daerah sekitar hadir dalam kegiatan tersebut. Sejak sebelum azan Subuh berkumandang, masyarakat telah berdatangan dan memenuhi lokasi acara dengan penuh antusias.
Baca Juga: Kapolri: Tausiah Ustaz Abdul Somad Jadi Spirit Pengabdian Polri
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah yang berlangsung khusyuk. Usai salat, para jemaah mengikuti Kuliah Subuh yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad dengan penuh perhatian.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Somad mengajak seluruh umat Islam untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persatuan dan kesatuan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan masjid dan majelis ilmu sebagai pusat pembinaan akhlak serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Suasana religius begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Ribuan jemaah tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan, menciptakan atmosfer penuh ketenangan dan kebersamaan.
Bun Wid selaku tuan rumah mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran ribuan jemaah menjadi bukti bahwa semangat umat Islam dalam menghadiri majelis ilmu masih sangat tinggi.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaah yang telah hadir. Semoga kegiatan Subuh Berjamaah dan Kuliah Subuh ini membawa keberkahan serta menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu agama," ujarnya.
Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ajang menimba ilmu, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari syiar Islam dan pembinaan umat di Kabupaten Sampang.
Editor : Taufik